Nosel.co Jakarta- Wieaya, yang akrab disapa Aya, berasal dan tumbuh besar di Bali. Pulau Dewata baginya bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang yang menyimpan banyak kenangan sederhana tentang keluarga, lingkungan, dan orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidupnya.
Dari berbagai pengalaman masa kecil tersebut, ia belajar mengenai arti kebersamaan dan memahami bahwa kehidupan sering kali justru mengajarkan banyak hal melalui momen-momen sederhana yang dijalani bersama orang-orang terdekat.
Perjalanan karier Wieaya juga mengalami perubahan. Ia pernah bekerja di salah satu bank BUMN, sebelum akhirnya memutuskan untuk resign dan memilih fokus pada bidang fotografi.
Kini, aktivitasnya banyak berkaitan dengan fotografi, khususnya dunia riding dan casual photography.

Ketertarikannya pada dunia visual membuatnya semakin sering berada di depan maupun di balik kamera. Baginya, berpindah jalur bukan sekadar meninggalkan pekerjaan lama, tetapi menjadi kesempatan untuk menjalani sesuatu yang lebih sesuai dengan minat sekaligus membuka ruang untuk terus belajar.
Menjalani aktivitas di dunia fotografi dan digital tentu memiliki sisi menyenangkan sekaligus tantangan. Wieaya menikmati ketika karya yang dibuat dapat diterima orang lain, bertemu dengan orang-orang baru, dan mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
Namun, dunia digital juga tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya hasil yang diperoleh belum sesuai target, muncul komentar negatif, atau rasa lelah ketika konten yang dibuat mendapatkan sedikit penonton.
Dalam situasi seperti itu, ia memilih untuk tidak terlalu membandingkan perjalanannya dengan orang lain. “Nikmati setiap prosesnya,” menjadi prinsip yang ia pegang agar tetap dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang.
Untuk masa depan, Wieaya berharap dirinya dan keluarga selalu diberikan kesehatan, umur panjang, hubungan yang harmonis, serta kemurahan rezeki.
Dalam karier dan ekonomi, ia ingin terus berkembang, mendapatkan lebih banyak kesempatan baik, serta membangun bisnis yang stabil.
Lebih dari sekadar pencapaian untuk dirinya sendiri, ia memiliki keinginan suatu hari dapat menciptakan sesuatu yang juga memberikan manfaat bagi orang lain.
Karena itu, ia ingin terus belajar, memperluas wawasan, dan bertemu dengan lebih banyak orang baik yang dapat memberikan pengalaman serta perspektif baru dalam kehidupannya.

Kepada pembaca di seluruh Indonesia, Wieaya berpesan agar tidak takut memiliki mimpi besar. Menurutnya, mimpi perlu disertai kemauan untuk terus belajar, bekerja dengan tulus, dan bersabar menjalani proses.
“Jangan takut untuk memiliki mimpi yang besar. Fokuslah pada proses, terus belajar, bekerja dengan tulus, dan jangan berhenti ketika hasilnya belum terlihat.”
Ia percaya bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Apa pun yang sedang diperjuangkan hari ini mungkin belum langsung menunjukkan hasil, tetapi selama terus dilakukan dengan kesungguhan, selalu ada kemungkinan jalan baru terbuka.
Semoga apa pun yang sedang diperjuangkan, perlahan menemukan jalannya. Amin.
source: Wieya

