Nosel.co Jakarta- Ramadya Vega Prahasiwi berasal dari Magetan, Jawa Timur, sebuah kabupaten di kaki Gunung Lawu yang dikenal dengan udara sejuk dan masyarakatnya yang ramah.
Tumbuh dalam keluarga yang utuh dan penuh cinta, Ramadya memiliki lingkungan yang memberinya kehangatan serta dukungan dalam menjalani perjalanan hidup.
Baginya, keluarga, keberanian mencoba hal baru, dan semangat untuk terus berkembang menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya hingga saat ini.
Perjalanan karier Ramadya cukup beragam. Ia pernah bekerja di bidang marketing di berbagai perusahaan, menjadi bagian dari tim off-air Gen FM, hingga terjun ke dunia modeling untuk video klip dan pemotretan.
Kini, ia kembali menekuni dunia content creator dan turut mengelola coffee shop bernama Sthana di Madiun.
Di luar kesibukannya, Ramadya gemar berolahraga, mulai dari gym, padel, badminton, hingga bersepeda. Beragam aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk mengekspresikan diri sekaligus menjaga keseimbangan kehidupan.

Kembali aktif sebagai content creator selama dua bulan terakhir menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang.
Fleksibilitas waktu menjadi salah satu hal yang ia sukai, tetapi mengejar deadline dan menemukan ide konten yang segar membutuhkan kreativitas serta konsistensi.
Untuk mengatasi kebuntuan ide, Ramadya terbiasa mencari referensi dari berbagai media sosial. Ketika merasa creative block, ia memilih beristirahat sejenak, bermain, atau menikmati kopi agar pikirannya kembali segar.
Baginya, kreativitas bukan hanya tentang terus bekerja, tetapi juga mengetahui kapan harus berhenti sejenak untuk mengisi energi.
Dalam perjalanan kariernya, Ramadya berharap semakin banyak brand yang mempercayainya untuk berkolaborasi. Ia juga berdoa agar kedua orang tuanya selalu sehat dan bahagia.
Di sisi lain, ia menyimpan harapan agar kondisi Indonesia semakin membaik dan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera. Baginya, keberhasilan pribadi tetap memiliki makna yang lebih luas ketika berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sosial.
Salah satu prinsip hidup yang ia abadikan sebagai tato adalah “Healing with ambition, recover with wounds and pride”, yang berarti sembuh dengan ambisi dan pulih dengan luka serta harga diri.

Bagi Ramadya, ambisi tetap perlu dijaga agar seseorang terus memiliki tujuan dan keberanian untuk melangkah.
Sementara itu, luka dan pengalaman sulit bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses yang dapat membentuk kekuatan diri.
Melalui perjalanan dan karya-karyanya, ia ingin menunjukkan bahwa seseorang dapat terus mengejar mimpi sambil berdamai dengan masa lalu. Sebab, bertumbuh bukan berarti tidak pernah terluka, tetapi tetap memilih untuk melangkah dengan harga diri, harapan, dan ambisi yang menyala.
source image: Ramadya Vega Prahasiwi

