Nosel.co Jakarta- Lahir dan besar di Depok, Verren Vinayaka sejak kecil lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekolah dan berbagai kegiatan di Jakarta.
Namun, ketika berbicara tentang “kampung halaman”, ada dua tempat yang memiliki ruang istimewa dalam ingatannya, yaitu Probolinggo, Jawa Timur, dan Cianjur, Jawa Barat. Keduanya merupakan bagian dari akar keluarga besarnya dari garis sang ibu dan ayah.
Probolinggo menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar setiap perayaan Imlek, bahkan Verren biasanya rela mengambil libur sekolah agar dapat menghabiskan waktu sekitar satu minggu bersama keluarga.
Sementara Cianjur menjadi tempat berkumpul di akhir pekan, menikmati suasana keluarga sekaligus masakan rumah yang selalu menghadirkan kehangatan tersendiri.
Sejak kecil, Verren sebenarnya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Namun, perjalanan hidup membawanya ke arah yang sama sekali berbeda.
Kini, ia justru menjadi bagian dari institusi kepolisian, sebuah jalan yang menurutnya merupakan bagian dari kehendak Tuhan. Menariknya, Verren tidak berasal dari keluarga dengan latar belakang kepolisian.

Karena itu, perjalanan tersebut terasa semakin istimewa baginya. Ia percaya bahwa terkadang manusia memiliki rencana sendiri, tetapi Tuhan memiliki jalan yang jauh lebih luas dan penuh kejutan. Yang terpenting adalah menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik dari setiap kesempatan yang diberikan.
Salah satu pengalaman yang sangat berkesan bagi Verren adalah ketika mendapat kesempatan menjadi moderator.
Baginya, pengalaman tersebut bukan sekadar menjalankan sebuah peran, tetapi juga menjadi ruang untuk terus belajar dan memperluas perspektif.
Bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara, berinteraksi dengan para senior yang memiliki pengalaman luar biasa, serta mendapatkan ilmu dan wawasan dari berbagai penjuru dunia menjadi pengalaman yang sangat ia syukuri.
Selama menjalani peran tersebut, Verren mengaku hampir tidak menemukan duka, karena seluruh pengalamannya justru memberikan energi positif, pengetahuan baru, dan kesempatan untuk mengenal lebih banyak karakter serta pemikiran manusia.
Di balik perjalanan karier dan berbagai pengalaman yang telah dilaluinya, Verren memiliki harapan yang sederhana tetapi sangat personal. Ia berharap agar Tuhan selalu memberikan yang terbaik dan menuntun setiap langkah sesuai dengan kehendak-Nya.
Namun, ada satu doa yang terasa paling penting baginya, yaitu untuk kedua orang tuanya. Verren ingin sang ayah dan ibu senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang. Menurutnya, meski usia mereka tidak lagi muda, semangat mereka tetap muda.
Ia masih ingin melihat kedua orang tuanya menyaksikan dan menikmati berbagai kesuksesan yang kelak diraih anak-anaknya. Bagi Verren, keberhasilan akan terasa jauh lebih bermakna ketika dapat menjadi kebahagiaan bagi orang tua.

Verren mengaku dirinya bukan seorang motivator. Namun, ada satu pesan yang selalu ia sampaikan kepada orang-orang di sekitarnya: jangan pernah berhenti berharap.
Baginya, hidup adalah tentang harapan, karena ketika manusia kehilangan harapan, ia perlahan kehilangan alasan untuk terus melangkah.
Prinsip itu juga tumbuh dari pesan sang ibu yang selalu ia ingat: “Mimpi setinggi bintang, supaya kalau jatuh, kamu masih jatuh di antara awan.”
Sebuah kalimat sederhana yang menjadi pengingat bagi Verren untuk berani bermimpi, tetap percaya pada proses, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
source image: Verren Vinayaka

