Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Caca: Menikmati Hidup, Bertumbuh, dan Menjadi Diri Sendiri

    Oktober 28, 2026

    Zaza, Dari Panggung Modeling hingga Dunia Digital

    Oktober 27, 2026

    Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan

    Oktober 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook Instagram WhatsApp Threads
    nosel.conosel.co
    • Home
    • Nasional
    • Passion
      • Lifestyle
      • Health
      • Fashion & Beauty
      • Cullinary
      • Travel & Hospitality
      • Business
      • Sportainment
      • Dekorasi
    • Bisnis & Karir
      • Wirausaha
      • Finansial
      • Tips Kerja
    • Humaniora
      • Culture
      • Politik
      • Sastra
    • Community
    • Review Top Brand
    • Original
    nosel.conosel.co
    Home»Business»Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan
    Business

    Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan

    RedaksiBy RedaksiOktober 26, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Nosel.co Jakarta- Lahir di London, Stephanie Peretz justru menemukan rumah sejatinya di Bali, khususnya Sanur, tempat ia menghabiskan masa kecil dengan penuh kebahagiaan.

    Baginya, Bali bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang yang menyimpan kenangan berharga tentang pantai, persahabatan, keluarga, dan anjing-anjing kesayangannya.

    Meski sempat menjalani kehidupan di luar negeri, termasuk tinggal bersama kakaknya di Los Angeles selama setahun dan menempuh pendidikan di Collège du Léman, Geneva, Swiss, kerinduannya terhadap Bali membuatnya memutuskan kembali pada usia 15 tahun.

    Stephanie kemudian menyelesaikan pendidikan secara online dan lulus pada usia 16 tahun. Pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi sosok yang mandiri, berani mengambil keputusan, dan memahami bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah, selalu ada tempat yang membuatnya merasa benar-benar pulang.

    Kecintaannya terhadap dunia hospitality tumbuh sejak usia dini berkat pengenalan dari sang ayah, yang mulai mengajaknya mengenal operasional hotel ketika berusia sembilan tahun di Nandini Jungle by Hanging Gardens.

    Bahkan, Stephanie pernah memiliki seragam resepsionis berukuran kecil yang dibuat khusus untuknya. Pengalaman sederhana itu menjadi awal dari perjalanan panjangnya memahami berbagai departemen hotel, pelayanan, serta pentingnya menciptakan pengalaman berkesan bagi setiap tamu.

    Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mulai lebih serius terlibat dalam bisnis keluarga, termasuk Hanging Gardens of Bali dan Nandini Jungle by Hanging Gardens. Di usia 22 tahun, Stephanie dipercaya menjabat sebagai Director untuk Hidden Palace by Hanging Gardens of Bali, sebuah tanggung jawab besar yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan profesionalnya.

    Baginya, hospitality bukan sekadar bisnis, melainkan perpaduan antara seni, keramahan, ketelitian, dan kemampuan menghadirkan pengalaman yang istimewa.

    Salah satu proyek paling membanggakan dalam perjalanan kariernya adalah Hidden Palace, sebuah private luxury estate seluas sekitar 2.000 meter persegi yang tersembunyi di tengah rimbunnya hutan Bali.

    Dengan hanya lima suite, properti ini dirancang untuk menghadirkan privasi, eksklusivitas, dan kemewahan yang berpadu harmonis dengan karakter alam serta budaya lokal.

    Proses pembangunannya berlangsung sekitar enam tahun dengan melibatkan lebih dari 600 artisan Bali, yang berkontribusi melalui keterampilan, seni, dan craftsmanship dalam setiap detailnya.

    Arsitektur tradisional Bali, infinity pool yang memukau, serta elemen artistik yang dikerjakan dengan penuh ketelitian menjadikan Hidden Palace lebih dari sekadar tempat menginap.

    Bagi Stephanie, proyek ini merupakan wujud nyata dari visi, kesabaran, dan kerja kolektif banyak orang.

    Menjelang peluncuran resminya, ia melihat Hidden Palace sebagai babak baru yang penuh peluang untuk membawa bisnis keluarga menuju pencapaian yang lebih besar.

    Di balik tanggung jawab profesional yang besar, Stephanie memahami bahwa kesuksesan tidak seharusnya dibayar dengan hilangnya kebahagiaan dan keseimbangan hidup.

    Dunia hospitality memang menuntut energi, waktu, dan kemampuan menghadapi tekanan, tetapi ia berusaha menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hari Minggu menjadi waktu khusus untuk beristirahat atau sesekali bepergian ke luar kota. Ia juga membiasakan diri menjauh dari urusan pekerjaan selama dua hingga tiga jam sebelum tidur agar memiliki ruang untuk bersantai, menonton film, dan memulihkan energi.

    Dukungan tim yang telah dianggap seperti keluarga turut membuat perjalanan membangun bisnis terasa lebih bermakna. Ke depan, Stephanie ingin terus mengembangkan karier dan membawa Hidden Palace semakin jauh, tanpa mengesampingkan impian pribadinya untuk memiliki pasangan, anak-anak, keluarga yang bahagia, kesehatan, serta lingkaran pertemanan yang tulus.

    Ia membayangkan kehidupan yang dipenuhi cinta, perjalanan ke berbagai belahan dunia, dan kesempatan menikmati hasil kerja keras bersama orang-orang terkasih.

    Bagi Stephanie Peretz, hidup yang indah bukan hanya tentang pencapaian besar, tetapi juga tentang kemampuan menikmati proses menuju ke sana.

    Ia percaya bahwa seseorang tidak perlu takut memiliki mimpi besar selama bersedia bekerja keras, menjaga keyakinan, dan terus melangkah dengan tujuan yang jelas.

    Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan meraih impian tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kasih sayang terhadap dirinya sendiri.

    Prinsip inilah yang ingin ia bawa dalam kehidupan maupun kariernya: membangun sesuatu yang bernilai tanpa melupakan alasan mengapa semua itu diperjuangkan.

    Sebagaimana pesan yang ia pegang, beristirahat, mengambil napas, dan memberi ruang bagi kebahagiaan merupakan bagian penting dari perjalanan menuju kesuksesan.

    Dream big, work hard, but never forget to enjoy the life you’re working so hard to build.”

    Bermimpilah besar, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan pernah lupa menikmati kehidupan yang sedang dibangun melalui setiap usaha dan pengorbanan.

    Source image: Stephanie Peretz

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi

    Related Posts

    Caca: Menikmati Hidup, Bertumbuh, dan Menjadi Diri Sendiri

    Oktober 28, 2026

    Zaza, Dari Panggung Modeling hingga Dunia Digital

    Oktober 27, 2026

    Erma Mayasari, Konsisten Berkarya sebagai Host Live TikTok

    Oktober 26, 2026

    Debby Affandy, Membangun Peluang dan Masa Depan Lewat Dunia Properti

    Oktober 26, 2026

    Milla Febrianti, Berani Bertumbuh Tanpa Kehilangan Jati Diri

    Oktober 26, 2026

    Dea, Membangun Value Diri dan Meraih Mimpi di Dunia Entertainment

    Oktober 26, 2026
    Trending

    Vani: Menulis Kehidupan Apa Adanya, Tanpa Harus Mengikuti Standar Siapa-Siapa

    September 25, 20261,150 Views

    Salsabilaputri Wurtzbach, Menikmati Proses, Terus Bertumbuh, dan Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

    September 20, 2026990 Views

    Agnia Ilmi Faqih, Perjalanan Berani Keluar dari Zona Nyaman

    September 8, 2026340 Views
    Lifestyle

    Caca: Menikmati Hidup, Bertumbuh, dan Menjadi Diri Sendiri

    Oktober 28, 2026

    Nosel.co Jakarta- Berasal dari Subang, Caca percaya bahwa setiap perjalanan hidup memiliki cerita dan pelajaran…

    Zaza, Dari Panggung Modeling hingga Dunia Digital

    Oktober 27, 2026

    Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan

    Oktober 26, 2026

    Erma Mayasari, Konsisten Berkarya sebagai Host Live TikTok

    Oktober 26, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Facebook Instagram Threads WhatsApp
    • Home
    • Pedoman Siber
    • Advertorial
    • About Me
    © 2026 nosel.co by PT Cipta Media Gesindo.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.