Nosel.co Jakarta- Vania Sanjaya lahir dan besar di Cirebon, kota yang identik dengan cuacanya yang panas. Masa kecilnya diwarnai dengan kasih sayang orang tua yang mungkin tidak selalu hadir dalam bentuk kebersamaan setiap waktu.
edua orang tuanya cukup sibuk bekerja, sehingga terkadang Vania harus ditinggal. Namun, ia tidak pernah merasa kurang diperhatikan atau disayangi. Sejak kecil, orang tuanya juga berusaha memberikan banyak kesempatan untuk belajar, mulai dari les menulis, tulisan tegak bersambung, mengaji, gitar, hingga berbagai kegiatan lainnya.
Kini, Vania menyadari bahwa semua itu adalah bentuk kasih sayang dan bekal yang dipersiapkan orang tuanya untuk kehidupannya.
Saat ini, Vania bekerja sebagai PNS di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan formasi Petugas Pengamanan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung. Selain menjalankan tugas utamanya, ia juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam bagian Humas Lapas Perempuan Bandung, khususnya dalam pembuatan konten dan pengelolaan kegiatan media sosial. Ia beberapa kali terlibat sebagai talent dalam konten-konten yang dipublikasikan.
Di tengah kesibukan pekerjaannya, Vania tetap berusaha memberikan ruang bagi dirinya untuk berkembang dan menikmati hal-hal yang disukai.
Jika masih memiliki waktu sepulang kerja, ia menyempatkan diri untuk gym atau berlari. Sementara ketika pekerjaan di hari Sabtu tidak terlalu padat, ia berusaha pulang ke Cirebon untuk bertemu keluarga.

Dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan, Vania mengaku masih terus belajar. Ada hari-hari ketika semuanya terasa menyenangkan, tetapi ada pula saat ketika pekerjaan menumpuk, tubuh terasa lelah, dan muncul perasaan belum cukup baik. Namun, ia memiliki cara sederhana dalam menghadapi semua itu, yaitu, “Jalanin weh.”
Baginya, tidak semua hal harus dipikirkan terlalu jauh. Jika ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang baik, jalani. Jika memiliki waktu, nikmati. Dan ketika merasa lelah, jangan ragu untuk beristirahat.
Menikmati hidup bukan berarti hidup harus selalu mudah, tetapi bagaimana kita tetap mampu menemukan hal-hal kecil yang membuat kita bersyukur di tengah proses yang sedang dijalani.
Di balik segala aktivitasnya di Bandung, keluarga tetap menjadi salah satu hal terpenting dalam hidup Vania. Setelah sang ibu berpulang, kini ayah dan adiknya tinggal berdua di Cirebon. Ia berharap keluarganya selalu diberikan kesehatan dan kekuatan serta dapat saling menguatkan.
Meski berada jauh di Bandung, Vania selalu berusaha untuk pulang ketika ada kesempatan atau sekadar menelepon untuk memastikan keluarganya selalu mendengar kabar baik darinya. Ia juga berharap dirinya dan keluarga selalu dimudahkan dalam setiap urusan, dilancarkan rezekinya, serta dikelilingi oleh orang-orang baik yang saling menyayangi.
Ke depan, Vania ingin terus belajar, bertumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan membalas semua kebaikan dari orang-orang yang hadir dalam hidupnya.

Kepada para pembaca di seluruh Indonesia, Vania memiliki pesan sederhana namun penuh makna.
“Kadang kita merasa tertinggal hanya karena melihat langkah orang lain. Padahal, setiap orang punya waktunya sendiri untuk sampai.”
Ia percaya bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Karena itu, jangan terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain hingga lupa menghargai sejauh mana diri sendiri telah berjalan. Teruslah belajar, tetap berdiri di atas kaki sendiri, dan percayalah bahwa setiap langkah yang dijalani memiliki waktunya sendiri untuk sampai.
source image: vania

