Nosel.co Jakarta- Thalita Agrivina Meyshara tumbuh di Bekasi dalam keluarga sederhana yang penuh kasih sayang. Meski kedua orang tuanya berasal dari Sumatera, Bekasi menjadi kota tempat ia lahir, tumbuh, dan menjalani sebagian besar perjalanan hidupnya.
Sejak kecil, Thalita dibesarkan oleh sang mama yang menjadi tulang punggung keluarga. Ayahnya telah tiada sejak ia masih berusia tiga bulan, sehingga sosok mama menjadi figur penting yang membentuk dirinya hingga saat ini.
Bersama sang kakak laki-laki, Thalita tumbuh dengan kasih sayang keluarga meski harus melalui berbagai keterbatasan.
Perjalanan Thalita mengenal dunia modeling dimulai sejak usianya sekitar 3,5 tahun. Melihat postur tubuhnya yang cukup tinggi untuk anak seusianya, sang mama aktif mengikutsertakannya dalam berbagai lomba fashion show di pusat perbelanjaan kawasan Bekasi dan Jakarta.
Hampir setiap akhir pekan, Thalita mengikuti berbagai kegiatan tersebut sekaligus bergabung dengan komunitas model dan fotografer untuk menambah pengalaman serta membangun koneksi.
Perjalanan itu berlangsung hingga ia duduk di kelas 5 SD sebelum akhirnya terhenti karena pandemi.
Dari sana, ia kemudian menemukan dunia olahraga, khususnya voli, dan ternyata memiliki potensi besar. Dalam waktu sekitar dua tahun, kemampuannya berkembang hingga mampu melampaui kemampuan beberapa seniornya.

Setelah sekitar lima tahun vakum dari dunia modeling, Thalita kembali mencoba peruntungannya di dunia yang pernah membesarkan pengalamannya sejak kecil. Kesempatan itu datang ketika ia dipercaya tampil dalam runway atau catwalk pada sebuah event di Bekasi, termasuk di kawasan Mall Pakuwon Bekasi pada 2025.
Hingga kini, ia masih menjalani dua bidang yang sama-sama membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi, yaitu modeling dan voli.
Di sisi lain, ia juga tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai pelajar. Baginya, menjadi pelajar berarti harus fokus menjaga prestasi akademik, sebagai atlet harus tekun berlatih teknik dan fisik, sementara sebagai model ia dituntut menjaga penampilan sekaligus kesehatan.
Bagi Thalita, perjalanan tersebut tidak selalu mudah, tetapi ia memilih menjalaninya dengan penuh sukacita. Ia bersyukur karena di tengah kondisi keluarga yang sederhana, Tuhan memberinya bakat dan kesempatan untuk berkembang.
Ia juga menyadari bahwa semua itu tidak terlepas dari peran besar sang mama yang sejak kecil aktif mencarikan berbagai kegiatan untuknya. Thalita melihat dunia sebagai tempat yang penuh persaingan, baik dalam pendidikan, pekerjaan, olahraga, maupun entertainment.
Karena itu, ia memilih mempersiapkan dirinya sejak dini agar mampu menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri. Semua proses yang dijalaninya hari ini ia anggap sebagai bagian dari perjalanan menuju cita-cita dan kesuksesan.

Harapan terbesar Thalita adalah dapat menjalani kehidupan sesuai dengan cita-cita dan keinginannya, tentunya dengan restu Tuhan dan orang tua. Ia juga ingin suatu hari nanti mampu membanggakan dan membahagiakan sang mama yang telah berjuang keras seorang diri demi keluarganya.
Kepada generasi muda, Thalita berpesan agar mengisi hidup dengan kegiatan positif, selalu berpikir positif, dan tidak takut meninggalkan lingkungan yang justru menghambat langkah.
“Jadilah manusia yang berkualitas agar mereka tidak meremehkanmu dan kamu bisa mengendalikan kehidupanmu sendiri.”
Bagi Thalita, setiap proses yang dijalani hari ini adalah investasi untuk masa depan—sebuah perjalanan untuk terus bertumbuh, berjuang, dan menjadi versi terbaik dari dirinya.
source image: Thalita

