Nosel.co Jakarta- Perjalanan sembilan tahun sebagai pegiat lingkungan membawa Sandra Djajadisastra menuju panggung internasional Mrs Earth International 2026 di Manila, Filipina, untuk mewakili Indonesia pada Desember mendatang.
Sandra mengaku tidak pernah menyangka langkah-langkah kecil yang selama ini dilakukannya akan membawanya pada kesempatan besar tersebut.
Baginya, ajang ini bukan sekadar tentang gelar, melainkan kesempatan untuk menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan dan mengajak lebih banyak orang menjalani kehidupan yang selaras dengan alam. Ia percaya, menjaga bumi hari ini berarti memberikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Kecintaan Sandra terhadap traveling menjadi titik awal tumbuhnya kepedulian terhadap persoalan sampah, khususnya plastik, yang banyak ia temui di berbagai tempat.
Ia memilih tidak sekadar mengeluhkan keadaan, tetapi mengambil langkah nyata dengan mendirikan Kertabumi Recycling Center pada 2017.
Melalui inisiatif ini, Sandra ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sesuatu yang harus dibuang menjadi tanggung jawab bersama yang dapat dikelola dan didaur ulang.

Baginya, perubahan besar berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, sehingga gaya hidup ramah lingkungan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesibukannya mengelola kegiatan lingkungan, Sandra menyadari pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Ia menempatkan keluarga sebagai prioritas utama, diikuti perhatian terhadap diri sendiri melalui olahraga, waktu pribadi, dan bersosialisasi.
Dalam pekerjaan, ia juga belajar membagi tanggung jawab dan mempercayakan tugas kepada tim agar seluruh program dapat berjalan dengan baik.
Menurutnya, kepemimpinan bukan berarti harus mengerjakan semuanya sendiri, melainkan kemampuan menentukan prioritas, mengelola waktu, dan menjaga konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab.
Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam perjalanan Sandra. Suami, anak-anak, orang tua, dan adik-adiknya selalu memberikan dukungan serta perspektif baru ketika ia menghadapi tantangan.
Dari orang tuanya, Sandra belajar menjadi perempuan yang mandiri, tangguh, bertanggung jawab, rendah hati, dan berbuat baik kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang. Nilai-nilai tersebut menjadi prinsip yang terus ia pegang.
Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian, tetapi juga dari bagaimana seseorang menjalani proses dan memperlakukan orang lain.

Ke depan, Sandra ingin memperluas dampak Kertabumi melalui edukasi dan keterlibatan langsung masyarakat dalam pengelolaan sampah, daur ulang, serta pelestarian lingkungan.
Ia memegang prinsip lead by example, bahwa tindakan nyata jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata. Melalui perjalanan dan kiprahnya, Sandra berharap dapat menginspirasi perempuan untuk terus berkarya tanpa dibatasi usia maupun latar belakang. Ia juga ingin meninggalkan warisan berupa dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Bagi Sandra, integritas adalah fondasi utama dalam berbuat baik: bukan demi pengakuan, melainkan karena meyakini bahwa menjaga bumi dan memberi manfaat bagi sesama merupakan hal yang benar untuk dilakukan.
source image: Sandra Djajadisastra

