Nosel.id Jakarta- Lahir dan besar di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Rhane Marvel Hellene Mandagi tumbuh di sebuah kota sejuk yang berada di bawah kaki Gunung Lokon.
Keindahan alam dan suasana kota yang nyaman menjadi bagian dari kenangan masa kecilnya. Namun, yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya adalah kehangatan keluarga. Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, Rhane tumbuh dalam keluarga yang, menurutnya, memiliki “full tangki cinta” dari kedua orang tua.
Sang ayah menjadi sosok yang selalu memprioritaskan kebahagiaan anak-anaknya, sementara sang ibu berperan dalam memberikan batasan dan nilai-nilai kehidupan.
Rhane dan saudara-saudaranya dicukupi, tetapi tidak dimanja. Dari pola pengasuhan tersebut, ia belajar bahwa cinta tidak selalu berarti memberikan segala hal, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab, batasan, dan kemandirian.
Perjalanan Rhane menuju dunia pemerintahan pun memiliki cerita yang menarik. Ayahnya merupakan alumni APDN dan memiliki harapan agar salah satu anaknya dapat meneruskan jejak tersebut. Namun, pada awalnya Rhane justru sangat menentang untuk bersekolah di IPDN.
Bahkan, ia mengenang dengan jujur bahwa pada setiap tahapan seleksi, sang ibu harus membujuknya agar mau mengikuti tes. Meski begitu, setiap proses tetap dijalaninya dengan serius karena ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.

Menariknya, ketika tiba pada tahapan akhir seleksi IPDN, semangat Rhane justru berubah. Ia mulai berusaha sekuat tenaga agar tidak tereliminasi.
Dari proses yang awalnya dijalani karena dorongan keluarga, perlahan tumbuh kesungguhan dan keinginan dari dalam dirinya sendiri. Kini, ia bersyukur dapat menjadi Purna Praja IPDN dan menjalani karier di bidang yang mungkin dahulu tidak pernah benar-benar ia bayangkan.
Menjalani profesi sebagai ASN tentu memiliki tantangan tersendiri. Salah satu hal yang menurutnya cukup menyedihkan adalah ketika ASN sering dipandang sebelah mata atau direndahkan.
Padahal, menurut Rhane, begitu banyak ASN yang bekerja dengan tulus dan penuh tanggung jawab, bahkan terkadang harus mengorbankan waktu pribadi demi pekerjaan dan pelayanan. Di sisi lain, profesinya juga memberikan banyak pengalaman berharga, mulai dari bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah hingga memiliki kesempatan untuk mengenal dan mengunjungi banyak wilayah di Indonesia.
Bagi Rhane Marvel Hellene Mandagi, menikmati hidup dapat dimulai dari hal sederhana: banyak bersyukur dan memperhatikan hal-hal kecil. Sebab, kebahagiaan sering kali hadir dari sesuatu yang sederhana dan kerap terlewatkan.
Ke depan, ia berharap orang-orang yang dikasihinya selalu diberikan kebahagiaan dan kesehatan, serta dirinya selalu dikelilingi oleh orang-orang baik.

Lebih dari pencapaian pribadi, Rhane ingin hidupnya dapat menjadi berkat bagi orang lain. Pesannya pun sederhana namun penuh makna,
“Sometimes the most real things in the world are the things we couldn’t see with eyes. So, kindness will make you the most beautiful no matter what you look like.”
Karena itu, teruslah menabur kebaikan, lakukan yang terbaik untuk diri sendiri, dan jangan biarkan penilaian orang lain menentukan nilai diri kita.
Seperti hujan dan panas yang tidak berlangsung selamanya, setiap fase kehidupan pun akan berlalu. Yang terpenting adalah tetap melangkah, tetap berbuat baik, dan percaya pada nilai diri sendiri.
Source image: Rhane

