Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Wakil Bupati dan Mastri Soroti Sejarah Sunan Geseng: Jangan Terjebak Mitos, Purworejo Diminta Lebih Peduli

    September 8, 2026

    RANS Gandeng Mayora dan LINK, Raffi-Nagita Ingin UMKM Ikut Tumbuh

    September 7, 2026

    Chagii Amelia: Di Balik Sosok “Rokes”, Ada Hati yang Lembut

    September 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Technology
    • Gaming
    • Buy Now
    Facebook Instagram WhatsApp Threads
    nosel.conosel.co
    • Home
    • Nasional
    • Sportainment
    • Lifestyle
    • Passion
    • Culture
    • Digital
    • Community
    • Technology
    • Collaborate
    nosel.conosel.co
    Home»Culture»Rahasia Alam Ciamis Tetap Hijau: Kekuatan ‘Pamali’ yang Dijaga Turun-Temurun
    Culture

    Rahasia Alam Ciamis Tetap Hijau: Kekuatan ‘Pamali’ yang Dijaga Turun-Temurun

    RedaksiBy RedaksiSeptember 7, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Berikut versi lebih ringkas, mengalir, dan dengan judul yang lebih menarik:

    Nosel.co Ciamis- Di Ciamis, kata “pamali” bukan sekadar kepercayaan turun-temurun. Di balik aturan adat tersebut, tersimpan kearifan lokal yang selama bertahun-tahun menjadi benteng alami untuk menjaga hutan, sumber air, hingga melindungi masyarakat dari ancaman bencana.

    Fenomena ini menarik perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkolaborasi dengan Disbudpora Kabupaten Ciamis untuk meneliti hubungan antara situs budaya, kearifan lokal, dan kelestarian lingkungan.

    Sejumlah kawasan keramat ternyata memiliki peran penting bagi ekosistem. Selain menjaga pepohonan tetap lestari, kawasan tersebut menjadi penyangga permukiman, menjaga resapan air, serta membantu mencegah erosi dan longsor.

    Salah satunya berada di Kampung Adat Kuta. Hutan larangan yang dijaga masyarakat melalui aturan adat menjadi penyangga alami bagi lingkungan sekitar. Larangan menebang pohon secara tidak langsung membentuk kesadaran masyarakat untuk terus menjaga alam.

    Hal serupa ditemukan di Situs Nagarapageh Raden Undakan Kalang Sari di Panawangan. Kawasan hijau di sekitar situs yang berada di dataran lebih tinggi berfungsi sebagai resapan air sekaligus perlindungan alami bagi permukiman warga dari ancaman erosi dan longsor.

    Sementara di Situs Geger Emas, Panjalu, aturan adat bahkan melarang masyarakat menyadap pohon nira. Pohon yang tumbang pun dibiarkan melapuk secara alami sebagai bagian dari proses menjaga keseimbangan ekosistem.

    Kearifan lokal tersebut menunjukkan bahwa budaya dan alam memiliki hubungan yang erat. Di tengah berbagai ancaman kerusakan lingkungan, tradisi yang diwariskan masyarakat Ciamis justru membuktikan bahwa menjaga alam terkadang dimulai dari sebuah aturan sederhana: apa yang dianggap “pamali”, ternyata mampu menjadi benteng bagi kehidupan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi

    Related Posts

    Wakil Bupati dan Mastri Soroti Sejarah Sunan Geseng: Jangan Terjebak Mitos, Purworejo Diminta Lebih Peduli

    September 8, 2026

    Fadli Zon Ungkap Kekuatan Budaya Indonesia untuk Menembus Dunia

    September 7, 2026
    72

    Review: Animation Software Business Share, Market Size and Growth

    Januari 14, 2021

    Twitter Reviews Policies Around Permanent User Bans

    Januari 14, 2021

    Why Students Studying Abroad Have More Successful Careers

    Januari 14, 2021

    Apple Watch Series 8: A Spectacular, Everyday Smartwatch

    Januari 14, 2021
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Top Posts

    Guyub, Rukun, Migunani! PAKUWOJO Bekasi Siap Masuki Babak Baru

    September 7, 202640 Views

    Devrin Pratama Bikin Gebrakan, Piala Sedulur Purworejo 2026 Siap Gegerkan Jabodetabek

    September 7, 202625 Views

    Wakil Bupati dan Mastri Soroti Sejarah Sunan Geseng: Jangan Terjebak Mitos, Purworejo Diminta Lebih Peduli

    September 8, 202619 Views
    Don't Miss

    Wakil Bupati dan Mastri Soroti Sejarah Sunan Geseng: Jangan Terjebak Mitos, Purworejo Diminta Lebih Peduli

    September 8, 2026

    Nosel.co Purworejo- Upaya menggali kembali sejarah dan melestarikan warisan budaya Bagelen terus mendapat perhatian. Panitia…

    RANS Gandeng Mayora dan LINK, Raffi-Nagita Ingin UMKM Ikut Tumbuh

    September 7, 2026

    Chagii Amelia: Di Balik Sosok “Rokes”, Ada Hati yang Lembut

    September 7, 2026

    Nanashu Sambangi Ayam Pa Haji Nanang, Legenda Kuliner Lembang Sejak 1988

    September 7, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    8.9

    Review: Dell’s New Tablet PC Can Survive -20f And Drops

    Januari 15, 2021

    Review: Kia EV6 2022 The Best Electric Vehicle Ever?

    Januari 14, 2021
    72

    Review: Animation Software Business Share, Market Size and Growth

    Januari 14, 2021
    Demo
    Most Popular

    Guyub, Rukun, Migunani! PAKUWOJO Bekasi Siap Masuki Babak Baru

    September 7, 202640 Views

    Devrin Pratama Bikin Gebrakan, Piala Sedulur Purworejo 2026 Siap Gegerkan Jabodetabek

    September 7, 202625 Views

    Wakil Bupati dan Mastri Soroti Sejarah Sunan Geseng: Jangan Terjebak Mitos, Purworejo Diminta Lebih Peduli

    September 8, 202619 Views
    Our Picks

    Wakil Bupati dan Mastri Soroti Sejarah Sunan Geseng: Jangan Terjebak Mitos, Purworejo Diminta Lebih Peduli

    September 8, 2026

    RANS Gandeng Mayora dan LINK, Raffi-Nagita Ingin UMKM Ikut Tumbuh

    September 7, 2026

    Chagii Amelia: Di Balik Sosok “Rokes”, Ada Hati yang Lembut

    September 7, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook Instagram Threads WhatsApp
    • Home
    • Pedoman Siber
    • Advertorial
    • About Me
    © 2026 nosel.co by PT Cipta Media Gesindo.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.