Nosel.co Jakarta- Berasal dari Limboto, Gorontalo, Nofalisyah tumbuh dalam kesederhanaan yang penuh cerita.
Baginya, Gorontalo bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi juga rumah, keluarga, dan tempat untuk selalu kembali.
Berbagai pengalaman sejak masa kecil menjadi bagian dari proses yang perlahan membentuk dirinya menjadi perempuan seperti sekarang, pribadi yang kuat, berani menghadapi tantangan, dan memiliki keinginan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Sejak remaja, Nofalisyah menyukai hal-hal yang menantang. Ia memiliki keinginan untuk menjalani pekerjaan yang tidak hanya menjadi profesi, tetapi juga memiliki nilai pengabdian.
Pilihan hidup kemudian membawanya menjadi anggota Polri. Perjalanan untuk sampai pada titik tersebut tentu tidak selalu mudah. Ada berbagai proses, perjuangan, jatuh bangun, dan tantangan yang harus dilewati.
Namun, justru pengalaman itulah yang membuat perjalanan kariernya terasa semakin berarti dan mengajarkannya untuk terus bertumbuh.

Salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan pengabdiannya adalah ketika ia mendapatkan kesempatan menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.
Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk melihat kehidupan dari perspektif yang lebih luas sekaligus belajar tentang manusia, keberagaman, kehidupan, dan arti sebuah pengabdian.
Di sisi lain, profesinya juga memiliki tantangan, terutama ketika pekerjaan menuntut waktu dan tenaga yang besar hingga membuatnya harus berjauhan dengan keluarga. Namun, bagi Nofalisyah, semua itu merupakan bagian dari pilihan hidup yang ia jalani dengan penuh rasa syukur.
Ke depan, harapan Nofalisyah sebenarnya sederhana. Ia ingin selalu diberikan kesehatan, keluarga senantiasa berada dalam lindungan Allah, karier berjalan dengan baik, serta diberikan rezeki yang cukup dan penuh keberkahan.
Lebih dari pencapaian pribadi, ia ingin tetap menjadi manusia yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia percaya bahwa selama Allah masih memberikan kesempatan untuk hidup, berarti masih ada kebaikan yang dapat dilakukan dan kontribusi yang bisa diberikan kepada sesama.

“Jangan terlalu sibuk membandingkan perjalanan hidupmu dengan orang lain. Kita semua punya waktu, jalan, dan proses masing-masing.”
Bagi Nofalisyah, setiap orang memiliki cerita dan waktunya sendiri. Karena itu, tidak perlu merasa tertinggal hanya karena perjalanan seseorang terlihat lebih cepat.
Tetaplah menjadi orang baik meskipun dunia tidak selalu memperlakukan kita dengan baik.
“You don’t have to have everything figured out to keep moving forward.”
Teruslah melangkah, karena tidak semua hal harus sudah dipahami hari ini untuk bisa melanjutkan perjalanan menuju hari esok.
source image: Nofalisyah.,SH

