Nosel.co Jakarta- Bagi Mutia Zara, Sukabumi adalah kota tempat dirinya berasal. Namun, ketika berbicara tentang kota yang memiliki tempat khusus di hatinya, Bandung justru menjadi pilihan yang paling berkesan. Ia cukup lama tinggal di Bandung selama masa kuliah dan dari sana lahir begitu banyak kenangan indah, persahabatan, serta pengalaman yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Baginya, Bandung bukan hanya tentang udara yang sejuk, tetapi juga tentang orang-orang baik dan cerita yang hingga kini masih tersimpan dalam ingatan.
Saat ini, Mutia menjalani aktivitas sebagai freelance beauty content creator. Ia memilih menekuni bidang yang memang sesuai dengan ketertarikannya, sekaligus menjadikan kreativitas sebagai bagian dari kesehariannya.
Menurutnya, salah satu hal yang menyenangkan dari pekerjaan tersebut adalah kesempatan untuk terus mengeksplorasi hal-hal yang disukai, bertemu dengan banyak orang baru, dan menemukan bahwa hobi membuat konten ternyata bisa berkembang menjadi sesuatu yang menghasilkan.
Bagi Mutia, bekerja dengan sesuatu yang disenangi membuat prosesnya terasa lebih menyenangkan.

Namun, menjadi content creator juga memiliki tantangannya sendiri. Ada kalanya ide tidak datang, suasana hati sedang kurang mendukung, atau rasa percaya diri sedang turun. Bahkan, ia mengaku terkadang harus tetap membuat konten ketika sedang merasa tidak terlalu percaya diri dengan penampilan.
Dari situ, Mutia belajar bahwa menjalani sesuatu yang disukai bukan berarti setiap hari selalu mudah dan menyenangkan. Ada proses untuk menjaga konsistensi, mengelola mood, dan tetap berusaha menghasilkan karya meskipun kondisi tidak selalu ideal.
Dalam menjalani kehidupan, Mutia memilih untuk tidak terlalu sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Ia percaya setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing. Karena itu, ia berusaha menikmati hal-hal sederhana yang membuat dirinya bahagia, menjalani apa yang memang disukai, serta tidak menghabiskan terlalu banyak energi untuk perdebatan maupun perbandingan.
“Life is too short to argue and compare myself to others,” menjadi salah satu prinsip yang menggambarkan caranya menikmati kehidupan dengan lebih ringan dan penuh rasa syukur.

Ke depan, Mutia berharap selalu diberikan kesehatan, rezeki yang cukup dan berkah, karier yang terus berkembang, serta dikelilingi orang-orang baik.
Ia ingin terus bertumbuh, tetap memiliki ruang untuk melakukan hal-hal yang disukai, dan menjaga kebahagiaan bersama orang-orang yang berarti dalam hidupnya. Pesannya sederhana namun penuh makna: “Don’t rush your own journey.”
Setiap orang mempunyai timeline masing-masing, sehingga tidak perlu terburu-buru mengejar kehidupan orang lain. Nikmati prosesnya, lakukan hal yang membuat bahagia, dan percaya bahwa setiap hal akan datang pada waktunya.
source image: Mutia Zara

