Nosel.co Jakarta- Lucia Noviana berasal dari Denpasar, Bali, namun masa kecil hingga tumbuh dewasa ia habiskan di Singaraja, Bali Utara.
Berbeda dengan Denpasar yang lebih ramai, Singaraja memberikan suasana yang lebih tenang dan jauh dari kebisingan kota. Udara yang masih relatif bersih dan segar membuat masa kecil Lucia terasa begitu berkesan.
Lingkungan tersebut menjadi bagian dari cerita hidup yang membentuk dirinya hingga sekarang, dengan kesederhanaan dan ketenangan yang selalu ia kenang.
Sehari-hari Lucia bekerja sebagai karyawan swasta di bidang perbankan. Di tengah kesibukan pekerjaan, ia menemukan olahraga lari sebagai aktivitas yang menyenangkan sekaligus menjadi cara untuk menjaga keseimbangan hidup.
Menariknya, ia awalnya mengikuti komunitas lari karena ajakan teman.

Saat itu, kantor juga mewajibkan karyawannya untuk bergabung dengan salah satu komunitas, dan Lucia justru “salah pilih komunitas” hingga akhirnya bergabung dengan komunitas lari Pelari Hore. Dari sebuah pilihan yang awalnya tidak direncanakan, lahirlah kebiasaan yang kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Bagi Lucia, dunia lari lebih banyak memberikan cerita menyenangkan. Berlatih bersama membuat olahraga terasa lebih seru, ringan, dan penuh kebersamaan. Ia rutin berlatih setiap Selasa dan Kamis sore di Lapangan Renon, serta Sabtu di kawasan Sanur.
Berbagai event lari pun telah ia ikuti, seperti Adhyaksa, AirAsia, Sanur Half Marathon, Pocari, hingga Maybank Marathon yang menjadi salah satu event yang paling sering diikutinya.
Hingga kini, Lucia telah menyelesaikan sekitar 5 Full Marathon dan 6 Half Marathon, sebuah perjalanan yang menunjukkan konsistensi dan ketekunannya dalam menjaga langkah.
Lebih dari sekadar olahraga, bagi Lucia lari merupakan salah satu motivasi untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan kuat hingga usia tua. Ia ingin tetap produktif ketika memasuki usia lanjut dan memiliki kemandirian sehingga kelak tidak menjadi beban bagi anak-anaknya.
Prinsip tersebut membuatnya melihat olahraga bukan sebagai tren sesaat, tetapi sebagai investasi untuk masa depan. Setiap latihan, setiap kilometer, dan setiap event menjadi bagian dari upaya menjaga tubuh sekaligus membangun mental untuk terus bertahan dalam berbagai situasi kehidupan.

“I may not be the fastest, but I keep moving. Step by step, mile by mile, trusting the process and believing that every journey has its own perfect finish.” Bagi Lucia, prinsip dalam berlari juga berlaku dalam kehidupan, karier, maupun keluarga.
Semua orang pasti memiliki fase up and down, cerita, dan prosesnya masing-masing. Seperti marathon, yang terpenting bukan selalu menjadi yang tercepat, melainkan mampu menjaga endurance, mempertahankan langkah, dan tidak berhenti bergerak.
Persistence dan kesabaran menjadi kunci. Sebab terkadang perjalanan memang harus ditempuh perlahan, tetapi selama kita terus melangkah, kita tetap semakin dekat dengan garis akhir yang kita tuju.
source image: Lucia Noviana

