Nosel.co Jakarta- Berasal dari Semarang, Jessia Khalis memiliki ikatan yang begitu kuat dengan kota tempat ia tumbuh. Baginya, Semarang selalu memiliki kehangatan tersendiri dan akan selalu terasa seperti rumah.
Lingkungan perumahan tempat ia dibesarkan pun begitu akrab, bahkan terasa seperti sebuah keluarga besar yang saling mengenal dan menjaga satu sama lain.
Sejak tahun 2012, Jessia meninggalkan Semarang untuk melanjutkan studi di Singapura. Meski telah lama tinggal dan menjalani kehidupan di luar negeri, identitasnya sebagai perempuan Semarang tetap melekat kuat.
Bahkan, logat Semarangnya masih menjadi ciri khas yang mudah dikenali saat berbicara. Ke mana pun ia pergi, Jessia merasa selalu membawa sepotong Semarang dalam dirinya.
Saat ini, salah satu kesibukan utama Jessia adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian CFA pada bulan November. Proses belajar tersebut tidak ia jalani sendirian. Ia justru memilih untuk mendokumentasikan perjalanan belajarnya melalui media sosial.
Bagi Jessia, konten yang dibuat bukan sekadar catatan perjalanan pribadi, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman dan perkembangan bersama orang-orang yang memiliki minat serupa.
Melalui komunitas yang perlahan dibangunnya, Jessia berharap dapat menemukan teman-teman seperjalanan yang bisa saling mendukung dan menjadi accountability partner dalam mengejar tujuan.
Salah satu hal yang paling ia sukai dari aktivitas membuat konten adalah kesempatan untuk terhubung dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama.

Ia bahkan bertemu dengan teman-teman yang juga sedang mempersiapkan diri untuk CFA, sekaligus mendapatkan kesempatan untuk bekerja sama dengan berbagai brand yang memang sesuai dengan minatnya.
Namun, perjalanan sebagai content creator juga menjadi proses belajar yang baru baginya. Jessia mengakui bahwa learning curve dalam dunia konten masih cukup tajam.
Banyak hal yang harus dipelajari, mulai dari mengedit video, membuat voice over, hingga memahami cara membuat rate card. Semua itu dijalaninya sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang dan mencoba hal-hal baru.
Menariknya, inspirasi kreatif Jessia sering datang dari kegiatan yang sangat sederhana, yaitu berjalan kaki tanpa gangguan ponsel. Baginya, memberikan ruang kepada pikiran tanpa distraksi dapat membuka banyak ide. Tidak jarang, gagasan baru muncul ketika ia berjalan kaki dari rumah menuju studio yoga.
Ke depan, Jessia berharap keluarga dan orang-orang yang dicintainya selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Ia juga memiliki harapan besar agar semakin banyak generasi muda memahami pentingnya literasi finansial.

“Semoga lebih banyak generasi muda sadar tentang pentingnya mengerti finance, supaya kita punya lebih banyak pilihan dalam hidup dan tidak harus selalu pasrah pada keadaan.
Pesan Jessia untuk kita semua pun penuh makna:
“Kita seperti satu titik dalam sebuah jaringan yang saling terhubung satu sama lain. What we choose to do, and what we choose not to do, matters more than we think. We are a part of something larger than ourselves.”
Source image; Jessia

