Nosel.co Jakarta- Bagi Jacklyn Lay Raga, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Waingapu, bukan sekadar tempat kelahiran, melainkan rumah yang menyimpan segala hal berharga dalam hidupnya.
Di tanah Sumba, ia memiliki keluarga, teman, dan banyak kenalan yang selalu memberikan dukungan dalam berbagai situasi.
Keindahan alam Sumba yang menyimpan beragam destinasi wisata juga menjadi kebanggaan tersendiri baginya. Ia merasa beruntung dapat tumbuh di tempat yang begitu kaya akan pesona alam dan kehangatan sosial.
Baginya, Sumba adalah tempat untuk pulang, berbagi cerita, dan mengisi kembali energi setelah menjalani berbagai aktivitas. Ada kebahagiaan tersendiri ketika menyadari bahwa tempat yang ingin dikunjungi banyak orang justru merupakan tanah tempat dirinya tumbuh dan mengenal kehidupan. Kedekatan dengan kampung halaman inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Jacklyn dalam membangun mimpi dan mengenali potensi dirinya.
Perjalanan Jacklyn di dunia modeling bermula pada 2021 melalui sebuah kejadian yang tidak pernah direncanakannya. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan pada dunia tari hingga membentuk sanggar dance bersama anak-anak yang memiliki minat serupa.
Suatu hari, ketika sedang membuat video lomba dance di Bukit Tenau, salah satu destinasi wisata di Sumba, mereka bertemu dengan seorang fotografer dari Pesona Indonesia yang kebetulan sedang melakukan pengambilan video di lokasi tersebut.
Pertemuan itu kemudian membuka kesempatan baru ketika Jacklyn dan teman-teman sanggarnya diminta menjadi model video.
Dari pengalaman sederhana tersebut, namanya mulai dikenal dan ia kembali mendapatkan tawaran untuk terlibat dalam berbagai proyek setiap kali fotografer tersebut datang ke Sumba. Seiring berjalannya waktu, fotografer lain pun mulai melirik potensinya.
Tanpa harus merencanakan semuanya sejak awal, Jacklyn menemukan jalan baru yang mempertemukan kecintaannya pada dunia kreatif dengan peluang berkarier di bidang modeling.

Menjalani profesi sebagai model memberinya banyak pengalaman menyenangkan sekaligus tantangan. Selain memperoleh penghasilan dari pekerjaan yang dijalani, Jacklyn berkesempatan mengunjungi berbagai tempat dengan biaya perjalanan yang ditanggung klien untuk proyek tertentu.
Ia juga mendapatkan foto-foto profesional serta kesempatan bertemu orang baru dari berbagai latar belakang. Setiap proyek menjadi ruang untuk memperluas pergaulan, menambah pengalaman, dan mengenal lebih jauh dunia kreatif.
Namun, pekerjaan ini juga menuntut kesiapan fisik dan mental. Pengambilan gambar di alam terbuka terkadang mengharuskannya menghadapi medan yang tidak mudah, mulai dari perjalanan yang melelahkan hingga risiko lecet akibat kondisi lokasi.
Aktivitas yang padat juga dapat membuat tubuh kelelahan, bahkan jatuh sakit jika tidak diimbangi istirahat yang cukup. Dari pengalaman tersebut, Jacklyn belajar bahwa menjalani pekerjaan yang disukai tetap membutuhkan tanggung jawab, kesiapan menghadapi tantangan, dan kemampuan menjaga kesehatan. Baginya, kesenangan dalam bekerja akan terasa lebih bermakna ketika disertai kesadaran untuk merawat diri sendiri.
Di tengah perjalanan modeling, Jacklyn juga sedang melanjutkan pendidikan. Ia berharap dapat memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek yang lebih besar sekaligus menyelesaikan studinya dengan lancar. Dua hal tersebut menjadi bagian dari impiannya untuk terus berkembang, baik secara profesional maupun pribadi.
Di sisi lain, keluarga tetap menempati ruang penting dalam doa dan harapannya. Ia ingin seluruh anggota keluarga selalu diberikan kesehatan agar mereka dapat terus bersama, berbagi kebahagiaan, dan menyaksikan perjalanan hidup satu sama lain pada masa mendatang. Harapan Jacklyn juga meluas kepada Indonesia.
Ia berharap kondisi negeri ini segera membaik sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik. Baginya, masa depan bukan hanya tentang pencapaian individu, tetapi juga tentang lingkungan yang mendukung setiap orang untuk tumbuh dan memperoleh kesempatan. Dengan semangat tersebut, Jacklyn ingin terus melangkah, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan setiap peluang yang datang tanpa melupakan keluarga serta tanah kelahirannya.
Melalui perjalanan hidupnya, Jacklyn Lay Raga menyampaikan pesan khusus bagi perempuan agar tidak takut mencoba hal baru, berani menjadi diri sendiri, dan belajar berdiri di atas kaki sendiri.
Menurutnya, kemandirian memberikan kekuatan bagi seseorang untuk menentukan arah hidup tanpa selalu bergantung pada penilaian orang lain.
Ia percaya bahwa manusia tidak dilahirkan untuk terus-menerus memenuhi ekspektasi orang lain, melainkan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan.

Terkadang, keinginan untuk mendapatkan pengakuan membuat seseorang terlalu sibuk memperbaiki pandangan orang lain hingga lupa menikmati hidup dan mengenali potensi yang sebenarnya dimiliki.
Karena itu, Jacklyn mengajak setiap perempuan untuk terus bertumbuh, menghargai kemampuan diri, dan berani mengambil kesempatan yang ada. Kisahnya menjadi pengingat bahwa peluang besar terkadang datang dari peristiwa sederhana yang tidak pernah direncanakan.
Selama kita berani mencoba dan tidak berhenti belajar, selalu ada kemungkinan untuk menemukan jalan baru.
Sebab, hidup bukan tentang menjadi sosok yang diinginkan semua orang, melainkan tentang menjadi diri sendiri, mengembangkan potensi, dan menjalani setiap kesempatan dengan rasa syukur serta keberanian.
source image: Jacklyn Lay Raga

