Nosel.co Jakarta- Ines berasal dari Rejang Lebong, Bengkulu, sebuah kota kecil di dataran tinggi Sumatera yang sejuk dan penuh kehangatan kekeluargaan. Ia dibesarkan oleh kedua orang tua yang selalu mendukung setiap proses tumbuh dan berkembang dalam hidupnya.
Sejak tahun 2020, Ines merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan. Jauh dari keluarga justru mengajarkannya tentang keberanian, kemandirian, dan arti penting sebuah proses. Baginya, keluarga adalah tempat pertama untuk belajar tentang kehidupan.

Saat ini, Ines merupakan mahasiswa tingkat akhir Magister Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM). Di tengah kesibukan akademiknya, ia juga aktif sebagai pegiat olahraga lari, sebuah aktivitas yang kini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Awalnya, Ines mengenal dunia lari saat menemani rekannya mengikuti sebuah event di Yogyakarta. Melihat antusiasme para pelari dari berbagai usia membuatnya penasaran. Dari rasa ingin tahu tersebut, ia mulai mencoba berlari dan akhirnya jatuh cinta pada olahraga ini.
Bagi Ines, lari bukan sekadar olahraga. Ia menikmati proses melihat perkembangan diri, membangun relasi, dan belajar tentang konsistensi serta disiplin. Tahun ini, ia bahkan berhasil menyelesaikan marathon di Race BTN Jakim dengan catatan waktu 7 jam 9 menit, sebuah pencapaian yang membuatnya bangga.

Ke depan, Ines berharap selalu diberikan kesehatan, kesempatan untuk terus belajar dan berkembang, serta mampu menyelesaikan apa yang telah dimulai dengan baik. Pesannya sederhana namun penuh makna:
“Character is not inherited. It is built day by day through our thoughts and actions. Keep thinking and keep acting.”

