Nosel.co Jakarta- Bagi Iin Novita, Kota Palu, Sulawesi Tengah, bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah yang menyimpan begitu banyak cerita dan kenangan.
Ia lahir dan tumbuh di kota yang menjadi saksi berbagai peristiwa besar, termasuk gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi pada 2018.
Meski pernah melalui masa sulit, Iin tetap melihat Palu sebagai kota yang menyenangkan untuk ditinggali. Terlebih, seluruh keluarganya masih berada di kota tersebut, sehingga Palu selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.
Sejak awal, Iin memang memiliki ketertarikan pada dunia olahraga. Dari berbagai aktivitas yang dijalani, running menjadi olahraga yang paling sering ia tekuni.
Baginya, berlari bukan hanya tentang menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi aktivitas yang memberikan kesenangan dan ruang untuk menikmati proses.
Ia bahkan telah menjajal jarak marathon 42 kilometer pada 2019 dalam event Pocari Sweat Run Bandung, sebuah pengalaman yang menjadi bagian penting dari perjalanannya sebagai seorang marathoner.

Menariknya, Iin mengaku hampir tidak menemukan sisi duka dalam dunia running. Ia menikmati setiap proses yang dijalaninya. Jika sesekali ada hal yang kurang menyenangkan, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya.
Baginya, hidup akan terasa lebih ringan ketika seseorang mampu memilih untuk fokus pada hal-hal yang memberikan energi positif dan meninggalkan sesuatu yang tidak perlu dibawa terlalu lama dalam pikiran.
Dalam kehidupan, Iin juga tidak memiliki banyak tuntutan. Harapannya sederhana: keluarga selalu diberikan kesehatan, pekerjaan berjalan lancar, dan dirinya bisa terus menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Ia percaya bahwa rasa syukur akan membuat seseorang lebih mampu menikmati apa yang telah dimiliki.
Baginya, semakin banyak bersyukur, semakin seseorang menyadari bahwa ada begitu banyak nikmat yang sebenarnya telah hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Prinsip itulah yang kemudian membuat Iin berusaha menjalani hidup dengan ikhlas. Ia menyadari bahwa kehidupan tidak selalu memberikan apa yang diinginkan, karena ada banyak hal yang berada di luar kendali manusia.
Daripada terus melawan sesuatu yang tidak bisa diubah, ia memilih menerima, belajar, dan tetap melangkah. “Saya selalu ikhlas menjalani hidup, sebab hidup tidak selalu memberi apa yang kita mau. Ada hal-hal yang berada di luar kendali kita.”
Bagi Iin, berlari mengajarkan satu hal penting: tidak harus selalu menjadi yang tercepat, yang terpenting adalah terus bergerak dan menikmati setiap langkah.
source image: IIn Novita

