Nosel.co Jakarta- Lahir dan besar di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Icha Annisa memiliki perjalanan hidup yang mengajarkannya arti ketegaran sejak dini.
Tumbuh dalam keluarga broken home bukanlah hal yang mudah, tetapi kehangatan dari almarhumah sang ibu menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam hidupnya.
Semasa hidup, sang ibu dikenal akrab dengan para tetangga sehingga Icha pun memiliki lingkungan yang hangat. Bahkan, beberapa tetangga sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Kenangan tersebut semakin berarti setelah sang ibu berpulang dua tahun lalu.
Perjalanan karier Icha terbilang dinamis dan penuh pengalaman. Saat masih kuliah, ia sudah terbiasa membagi waktu antara bekerja kantoran, menjadi freelance model, hingga berkarier sebagai shoutcaster dalam berbagai event esports, baik online maupun offline, dari tingkat nasional hingga internasional.
Meski pernah menjalani pekerjaan di dunia corporate, pengalaman di atas panggung dan di depan kamera justru lebih banyak mewarnai perjalanan profesionalnya.
Selama lebih dari delapan tahun berkecimpung di dunia esports, Icha merasa telah menemukan ruang untuk mengekspresikan diri melalui bidang yang memang menjadi hobinya, yaitu gaming.
Namun, seiring waktu, ia mulai menginginkan tantangan baru dan memutuskan untuk berpindah jalur karier, mulai dari industri restoran hingga bekerja di salah satu club besar di ibu kota.

Bagi Icha, perubahan karier bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Ia menikmati perjalanan barunya karena menawarkan fleksibilitas waktu dan penghasilan yang relatif sepadan dengan pekerjaan sebelumnya. Baginya, mencoba sesuatu yang berbeda merupakan bagian dari proses mengenali diri sendiri dan membuka peluang baru.
Di balik kesibukannya, ada motivasi yang jauh lebih besar dalam menjalani kehidupan. Setelah kehilangan kedua orang tuanya, kini fokus dan tanggung jawabnya tertuju kepada adik-adiknya.
Ia bekerja keras dengan harapan dapat memberikan kehidupan yang nyaman dan masa depan yang lebih baik bagi mereka. Meski menyadari bahwa pekerjaan malam memiliki risiko tersendiri bagi kesehatan, Icha tetap berusaha menjalani setiap proses dengan penuh rasa syukur.
Dalam menjalani kehidupan, Icha memiliki dua prinsip yang selalu menjadi pegangan. Pertama, “Keep going, because that one person in heaven doesn’t want you to quit.”
Sebuah pengingat untuk terus melangkah dan tidak mudah menyerah, karena ada sosok terkasih yang selalu ingin melihatnya kuat dan berhasil. Kedua, “Choose your friends wisely. Choose your enemies carefully.”
Pesan yang mengajarkannya untuk lebih bijak memilih lingkungan pertemanan serta berhati-hati dalam menghadapi berbagai karakter orang, baik dalam kehidupan pribadi maupun dunia pekerjaan.
Menurutnya, lingkungan yang tepat turut menentukan bagaimana seseorang bertumbuh dan menjalani kehidupannya.

Melalui perjalanan hidupnya, Icha Annisa menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cerita, tantangan, dan cara masing-masing untuk bertahan.
Perubahan bukan berarti kehilangan arah, melainkan bisa menjadi kesempatan untuk menemukan versi diri yang lebih baik. Baginya, bekerja keras bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang tanggung jawab, keluarga, dan orang-orang yang dicintai.
Ia ingin terus melangkah, menikmati setiap proses, serta membangun kehidupan yang lebih baik. Sebab, seberat apa pun perjalanan yang harus dilalui, selalu ada alasan untuk tetap kuat dan tidak berhenti memperjuangkan masa depan.
source image: Icha Annisa

