Nosel.co Jakarta- Lahir di Surabaya dan kemudian tumbuh di Sidoarjo, Natasya memiliki perjalanan kehidupan yang tidak selalu mudah.
Ada berbagai pengalaman keluarga yang turut mewarnai masa kecil hingga perjalanan pendewasaannya. Meski tidak banyak hal istimewa yang ingin ia ceritakan tentang tempat tinggal maupun kehidupan keluarganya, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya hingga saat ini.
Baginya, setiap orang memiliki cerita dan proses kehidupan masing-masing yang tidak selalu harus terlihat sempurna.
Dalam aktivitas profesionalnya, Natasya bekerja sebagai Sales Advisor di bidang retail fashion, tepatnya di Bukalapak melalui Lifework.
Di luar pekerjaan utamanya, ia juga memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fotografi dan aktivitas di depan kamera. Kecintaan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak lama. Ia bahkan pernah mendapatkan kesempatan menjadi brand ambassador Carolina Watch.
Dari pengalaman itu, ketertarikannya terhadap dunia modeling dan fotografi semakin berkembang. Ia juga mulai menikmati aktivitas baru seperti mengunjungi kafe dan mengabadikan berbagai momen melalui foto.

Menjalani pekerjaan utama sekaligus tetap aktif menerima pekerjaan foto tentu memiliki tantangan tersendiri. Natasya mengakui bahwa salah satu hal yang cukup terasa adalah terbatasnya waktu untuk beristirahat.
Pekerjaannya sebagai Sales Advisor membutuhkan loyalitas dan komitmen waktu yang tidak sedikit. Karena itu, untuk tetap bisa menjalankan passion di dunia fotografi, terkadang ia harus mengorbankan sebagian waktu istirahatnya.
Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara tanggung jawab profesional dan hal-hal yang membuatnya bahagia.
Untuk masa depan, Natasya memiliki harapan agar selalu diberikan kesehatan dan kemampuan untuk menjalani setiap kesempatan dalam hidup.
Ia juga berharap dapat terus menjaga kerendahan hati dalam kondisi apa pun, baik ketika berada dalam keberhasilan maupun saat menghadapi berbagai tantangan.
Baginya, pencapaian bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga bagaimana tetap menjaga sikap dan menghargai setiap proses yang dilalui.

Menutup kisahnya, Natasya menyampaikan pesan khusus kepada seluruh perempuan Indonesia agar tidak menjadikan cinta sebagai satu-satunya tujuan dalam hidup.
Perempuan juga harus memiliki kemandirian, keberanian, dan kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Cinta memang dapat menjadi bagian indah dalam kehidupan, tetapi jangan sampai membuat perempuan kehilangan arah, potensi, dan jati dirinya.
Sebab, setiap perempuan berhak memiliki mimpi, membangun masa depan, serta menentukan jalan hidupnya sendiri. Jadilah perempuan yang mampu mencintai orang lain tanpa melupakan pentingnya mencintai dan menghargai diri sendiri.
source image: Natasya

