Nosel.co Jakarta- Berasal dari Kepulauan Riau, Gitta Silaban tumbuh di tengah keluarga yang harmonis dan lingkungan yang baik.
Baginya, keluarga menjadi tempat pertama untuk belajar tentang kasih, dukungan, dan arti kebersamaan. Lingkungan yang positif juga turut membentuk dirinya menjadi pribadi yang terus berusaha melihat hidup dengan penuh rasa syukur.
Perjalanan Gitta dalam mengejar impian dimulai dengan keberanian untuk melangkah dan kesungguhan dalam berproses.
Dua bulan setelah lulus dari SMA, ia mulai mempersiapkan diri dengan belajar lebih gigih. Ia memahami bahwa tidak ada hasil yang datang secara instan. Karena itu, ketekunan, latihan, dan kesabaran menjadi bagian penting dalam setiap langkah yang dijalaninya.
Namun, bagi Gitta, usaha saja tidak cukup. Di tengah kesibukan belajar dan berlatih, ia selalu menyertakan doa dalam setiap perjuangannya.
Ia percaya bahwa manusia memiliki tugas untuk berusaha sebaik mungkin, sementara hasil akhirnya tetap berada dalam rencana Tuhan.

Salah satu hal yang paling ia sukai dalam perjalanannya adalah kesempatan untuk bertemu dengan banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia. Berkenalan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan budaya berbeda menjadi pengalaman yang sangat berharga. Perbedaan justru membuat setiap pertemuan terasa lebih seru, menarik, dan membuka cara pandangnya terhadap keberagaman.
Dari setiap proses yang dilalui, Gitta belajar bahwa perjalanan hidup tidak selalu harus diketahui seluruh arahnya sejak awal. Ada kalanya seseorang hanya perlu melangkah, menjalani proses dengan sungguh-sungguh, dan percaya bahwa setiap jalan memiliki waktunya sendiri. Harapannya sederhana, semoga segala sesuatu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kehendak-Nya.

Bagi Gitta, ketenangan datang ketika seseorang mampu menyerahkan kekhawatirannya kepada Tuhan. Seperti prinsip yang ia pegang,
“Tenanglah, jika Tuhan yang mengatur jalanmu, tak perlu takut pada apa yang belum kamu tahu.
Percayalah, Dia sedang membawa langkahmu menuju sesuatu yang lebih baik dari yang mampu kamu bayangkan.”
Dengan keyakinan itu, ia terus melangkah, belajar, berusaha, dan percaya bahwa setiap proses akan membawa makna yang indah pada waktunya.
Source image: Gitta

