Nosel.co Jakarta- Bandar Lampung menjadi tempat yang menyimpan banyak cerita berharga bagi Fellie Wijaya. Di kota ini, ia menemukan kehangatan pertemanan, canda tawa, serta orang-orang yang hadir dalam berbagai situasi, baik saat senang maupun sulit.
Namun, dukungan terbesar dalam perjalanan hidup dan kariernya datang dari keluarga, terutama sang mama yang selalu mendukungnya sejak pertama kali terjun ke dunia modeling pada 2012. Bagi Fellie, sang mama bukan sekadar orang tua, melainkan sosok yang memiliki peran besar dalam membentuk dirinya hingga berada di titik sekarang.
Dukungan dan kepercayaan keluarga menjadi kekuatan yang membuatnya berani melangkah, mengembangkan potensi, dan terus berkarya. Perjalanan panjangnya membuktikan bahwa di balik perempuan yang mampu berdiri mandiri, sering kali ada cinta keluarga yang menjadi fondasi utama.
Memulai karier sebagai model sejak duduk di bangku SMP, Fellie telah menjalani perjalanan panjang di industri kreatif sejak 2012 hingga sekarang.
Berbagai pengalaman telah ia lalui, mulai dari fashion show, pemotretan, shooting iklan, hingga terlibat dalam produksi reality show. Kini, selain menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, ia tetap aktif mengambil pekerjaan modeling sebagai kegiatan sampingan yang dicintainya.
Baginya, bekerja bukan hanya tentang memperoleh penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk mempertahankan kemampuan, memperluas jaringan pertemanan, dan terus mengembangkan diri. Salah satu hal yang paling ia syukuri adalah bisa berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri sejak lulus kuliah tanpa harus terus membebani orang tua.
Ia memahami bahwa perjalanan di dunia profesional tidak selalu mudah dan kesempatan terkadang dipengaruhi oleh banyak faktor.
Meski demikian, Fellie memilih untuk tetap percaya bahwa setiap orang memiliki rezeki dan jalannya masing-masing yang telah diatur oleh Tuhan.

Tantangan baru datang ketika Fellie memasuki fase kehidupan sebagai seorang ibu. Tiga bulan pertama setelah melahirkan menjadi masa yang cukup berat baginya.
Aktivitas yang sebelumnya memberinya ruang untuk berkarya harus berhenti sementara karena ia perlu beradaptasi dengan tanggung jawab baru, mengurus anak, dan menjalani hari-hari lebih banyak di rumah.
Pada masa tersebut, ia merasakan secara langsung bagaimana perubahan kehidupan dapat memengaruhi kondisi emosional seorang perempuan yang sebelumnya aktif berkarier. Pengalaman ini membuatnya semakin memahami bahwa menjadi ibu merupakan perjalanan yang penuh cinta, tetapi juga membutuhkan penyesuaian besar.
Ia menyadari bahwa perempuan yang terbiasa produktif dan memiliki aktivitas di luar rumah mungkin membutuhkan waktu untuk menemukan kembali keseimbangan dirinya. Dari pengalaman itu, Fellie berharap para ibu di mana pun berada tidak melupakan jati diri dan impian mereka sendiri.
Menjadi ibu adalah peran yang berharga, tetapi seorang perempuan juga tetap berhak memiliki ruang untuk tumbuh, berkarya, dan mengejar hal-hal yang dicintainya.
Di tengah berbagai tanggung jawab dan harapan, Fellie memiliki satu doa utama untuk kehidupan dirinya dan keluarga: kesehatan. Ia berharap dirinya, anak, suami, serta orang-orang yang menyayangi mereka senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan.
Baginya, kesehatan merupakan fondasi penting untuk menjalani berbagai peran dan memperjuangkan keinginan. Ketika tubuh sehat dan pikiran lebih tenang, seseorang memiliki kesempatan untuk bekerja, merawat keluarga, membangun masa depan, serta mengejar cita-cita yang belum tercapai.
Ia juga percaya bahwa kehidupan tidak harus selalu berjalan sempurna untuk tetap disyukuri. Ada masa ketika seseorang perlu bergerak lebih cepat, tetapi ada pula masa ketika ia perlu berhenti sejenak, menyesuaikan diri, dan memprioritaskan hal yang paling penting.
Bagi Fellie, proses menjadi ibu sekaligus mempertahankan karier adalah perjalanan untuk terus belajar mengenali kebutuhan diri, menerima perubahan, dan menemukan keseimbangan baru tanpa kehilangan semangat untuk berkembang.
Melalui perjalanan hidupnya, Fellie Wijaya menyampaikan pesan yang menyentuh bagi perempuan, khususnya mereka yang sedang berjuang menyeimbangkan keluarga dan impian pribadi.

“Being a mom doesn’t mean losing yourself or giving up on your dreams. You can love your family with all your heart while still growing, creating, and becoming the woman you’ve always dreamed of being.
Because one day, your child won’t just remember how you loved them, but will also look up to the woman you never stopped becoming.”
Baginya, menjadi ibu tidak berarti kehilangan diri sendiri atau menyerah pada cita-cita. Seorang perempuan tetap bisa mencintai keluarganya sepenuh hati sembari terus belajar, berkarya, dan berkembang menjadi pribadi yang diimpikannya.
Kelak, anak bukan hanya akan mengingat betapa besar cinta yang diberikan ibunya, tetapi juga dapat melihat sosok perempuan tangguh yang terus berusaha menjadi versi terbaik dirinya. Kisah Fellie menjadi pengingat bahwa setiap fase kehidupan memiliki tantangannya sendiri.
Tidak masalah jika seseorang perlu beristirahat sejenak atau mengubah langkahnya. Yang terpenting, jangan pernah kehilangan keyakinan bahwa impian masih layak diperjuangkan, dan menjadi ibu bukanlah akhir dari perjalanan seorang perempuan untuk terus bersinar.
source image: Fellie

