Nosel.co Jakarta- Felicia Martheo merupakan perempuan yang tumbuh dalam keluarga hangat dan penuh kasih. Meski lahir di Bogor, Felicia menyebut dirinya asli Jakarta.
Ia menghabiskan masa kecil di Kelapa Gading sebelum kemudian pindah ke Harapan Indah, Bekasi, bersama Mama (almh.), Papa, Nenek, dan Kakeknya. Kehangatan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Sejak kecil, Felicia merasa bersyukur karena tumbuh dengan dukungan, kasih sayang, serta kebutuhan yang tercukupi.
Dalam perjalanan kariernya, Felicia kini memilih menjalani profesi sebagai remote worker dengan sistem kerja dari rumah. Ia bekerja secara daring untuk client dari Amerika Serikat.
Pilihan tersebut memberikan pengalaman baru baginya, terutama dalam membangun komunikasi dan profesionalisme tanpa harus bertemu langsung dengan rekan kerja setiap hari.
Meski demikian, Felicia tetap menikmati fleksibilitas waktu dan merasa bersyukur memiliki client yang baik, pengertian, serta mendukung pekerjaannya.

Bekerja secara remote tentu memiliki sisi suka dan duka. Salah satu hal yang terkadang dirindukan Felicia adalah suasana kantor, terutama interaksi bersama teman-teman dan sosok atasan yang suportif.
Namun, di sisi lain, ia tidak lagi harus menghadapi perjalanan panjang menuju tempat kerja. Waktu dan energi yang biasanya digunakan untuk perjalanan kini dapat dimanfaatkan untuk hal-hal lain.
Baginya, fleksibilitas menjadi salah satu hal berharga yang membuatnya dapat menjalani pekerjaan dengan lebih nyaman.
Felicia menyadari bahwa perjalanan hidup dan karier tidak selalu berjalan dalam kondisi yang ideal. Di tengah berbagai tantangan dan keadaan yang tidak selalu mudah, ia berharap orang-orang di sekitarnya tetap bahagia dan mau berbagi kebahagiaan satu sama lain.
Untuk karier, ekonomi, dan kesehatan, Felicia berharap semuanya dapat berjalan stabil. Baginya, menjaga rasa syukur dan tetap bertahan dalam proses menjadi bagian penting untuk menghadapi berbagai perubahan kehidupan.

Dari perjalanan yang dijalaninya, Felicia memiliki pesan sederhana namun penuh makna:
Kerja keras yang dibarengi doa itu nggak pernah sia-sia. Karena kalau kamu nggak nyerah, semesta juga nggak akan nyerah sama kamu.”
Ia percaya bahwa keberanian untuk terus berusaha, disertai keyakinan pada diri sendiri dan doa, akan selalu menemukan jalannya. Sebab terkadang, hasil terbaik memang membutuhkan waktu, tetapi selama tidak berhenti melangkah, selalu ada kemungkinan baik yang menunggu di depan.

