Nosel.co Jakarta- Dari Jakarta Selatan, Dvi Chot membuktikan bahwa membangun bisnis tidak selalu berawal dari kemudahan.
Bersama suaminya, ia menjalani perjalanan panjang di dunia usaha hingga akhirnya mewujudkan impian memiliki brand fashion sendiri melalui dvichot.design.
Perjalanan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Sebelum fokus pada bisnis fashion, mereka telah mencoba berbagai bidang usaha, mulai dari properti hingga kuliner.
Namun, kecintaan Dvi terhadap dunia desain busana membuatnya terus menyimpan mimpi untuk menghadirkan produk fashion dengan identitas dan desainnya sendiri.
Ketertarikan Dvi pada desain pakaian sebenarnya sudah tumbuh sejak menyelesaikan pendidikan. Ia pernah bercita-cita menjadi desainer, tetapi perjalanan kuliahnya tidak berjalan sesuai rencana.
Ia sempat menempuh jurusan Hubungan Internasional di Universitas Al Azhar hingga semester tujuh, kemudian berpindah ke jurusan Komunikasi di kampus lain. Meski belum menyelesaikan pendidikan di kedua jurusan tersebut, minatnya terhadap dunia fashion tidak pernah padam.
Selama bertahun-tahun menjalani berbagai bisnis, Dvi terus belajar dan mencari jalan untuk mewujudkan impiannya.
Sementara itu, suaminya yang awalnya belum memahami seluk-beluk produksi fashion, bekerja keras mempelajari proses produksi, perhitungan biaya, hingga strategi pemasaran online.
Dvi berfokus pada desain dan pemasaran melalui siaran langsung, sedangkan suaminya menangani berbagai hal teknis di balik bisnis mereka.

Perjalanan merintis usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Dvi mengakui bahwa pada awalnya ia sempat diremehkan, bahkan mendapat pandangan negatif dari orang-orang terdekat yang meragukan masa depan bisnisnya.
Namun, alih-alih menyerah, pengalaman tersebut justru menjadi bahan bakar untuk terus melangkah. Ia memulai perjalanan bisnis online melalui program afiliasi hijab selama dua tahun hingga berhasil mencapai omzet miliaran rupiah.
Hasil dari perjalanan itu kemudian dikumpulkan sambil mempelajari ekosistem bisnis digital, sebelum akhirnya digunakan untuk membangun produksi pakaian sendiri dengan perhatian pada kualitas.
Baginya, keberhasilan bukan semata-mata tentang besarnya angka penjualan, melainkan juga keberanian untuk belajar, konsistensi dalam bekerja, dan kesediaan menjalani proses dari awal.
Kini, melalui dvichot.design, Dvi dan suami membawa harapan agar brand fashion lokal mampu bersaing dengan produk luar negeri, terutama dari segi kualitas.
Mereka tidak ingin menjadikan harga murah sebagai senjata utama, melainkan membangun kepercayaan konsumen melalui kualitas produk dan karakter desain. Tantangan tetap ada, termasuk ketika model pakaian yang mereka luncurkan ditiru dan dijual dengan harga lebih rendah.
Namun, Dvi memilih untuk tetap percaya pada nilai yang mereka bangun. Ia juga memahami bahwa bisnis memiliki siklus pasang surut. Ada kalanya penjualan ramai, ada pula masa yang lebih sepi. Karena itu, rasa syukur menjadi prinsip yang terus dipegang.
Di tengah persaingan era media sosial, ia meyakini bahwa kemampuan membangun merek, mengenali pasar, dan mengomunikasikan keunggulan produk menjadi bagian penting untuk mempertahankan usaha.

Bagi Dvi, pesan untuk siapa pun yang sedang merintis usaha adalah menjalani terlebih dahulu apa yang ada di depan mata, selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh kesungguhan.
Tidak perlu malu memulai dari pekerjaan sederhana, sebab setiap proses memiliki pelajaran yang dapat membentuk kemampuan dan ketangguhan diri.
Ia percaya bahwa usaha yang dijalankan dengan kerja keras, kejujuran, tidak mengambil hak orang lain, serta diiringi sedekah akan menemukan jalannya sendiri.
Kisah Dvi Chot menjadi pengingat bahwa mimpi tidak harus terwujud dalam satu langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari perjalanan panjang yang penuh percobaan, keraguan, dan pembelajaran.
Selama seseorang tidak berhenti berusaha dan tetap bersyukur dalam setiap keadaan, selalu ada peluang untuk mengubah impian menjadi kenyataan.

