Nosel.co Jakarta- dr. Meilona Maya Kalalembang, yang akrab disapa dr. Maya, berasal dari Makassar, meski sejak lahir hingga SMP ia tumbuh di Papua. Makassar kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, terutama sejak SMA ketika ia harus hidup jauh dari orang tua yang masih bekerja di Papua.
Kondisi tersebut membuat Maya belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Ia menyadari bahwa untuk mencapai cita-cita, dirinya harus berani keluar dari zona nyaman dan mengambil tanggung jawab atas perjalanan yang dipilih.
Sejak kecil, Maya sudah memiliki cita-cita untuk menjadi dokter. Demi mendapatkan pendidikan yang mendukung impiannya, ia memilih melanjutkan SMA di Makassar, tepatnya di SMA Katolik Rajawali Makassar.
Berada di lingkungan yang dipenuhi teman-teman dengan semangat belajar tinggi justru semakin mendorongnya untuk bekerja keras. Setelah melalui persiapan masuk perguruan tinggi yang penuh perjuangan, Maya akhirnya berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas).
Di sana, ia menempuh pendidikan sekitar lima setengah tahun, terdiri dari masa kuliah atau preklinik selama 3,5 tahun dan koas selama 2 tahun, hingga akhirnya meraih gelar dokter.

Menjalani pendidikan kedokteran tentu bukan perjalanan yang mudah. Maya bersyukur dapat belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia Timur dan dikelilingi teman-teman yang saling membantu, baik dalam proses belajar maupun memberikan dukungan untuk bersama-sama menyelesaikan pendidikan.
Kehadiran orang-orang baik di sekitarnya menjadi salah satu kekuatan dalam menghadapi tekanan selama pendidikan.
Di sisi lain, panjangnya masa pendidikan, padatnya kegiatan belajar, dinas, hingga jadwal jaga di rumah sakit membuat waktu bersama keluarga menjadi berkurang. Namun, dukungan penuh dari keluarga membuat Maya mampu melewati berbagai tantangan tersebut.
Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Maya memiliki harapan besar untuk dapat memberikan manfaat dan menolong sebanyak mungkin orang.
Salah satu impian yang ingin diwujudkannya adalah kembali ke Papua dan mengabdikan diri untuk ikut memajukan kesehatan di sana. Ia berharap Papua dan berbagai daerah di Indonesia dapat semakin sejahtera, bukan hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga secara sosial dan ekonomi.
Di sisi pribadi, Maya juga berharap dirinya dan keluarga selalu diberikan kesehatan, keamanan dalam menjalankan pekerjaan, serta kelancaran rezeki dan setiap langkah kehidupan.

Bagi Maya, cita-cita apa pun layak diperjuangkan selama dijalani dengan sungguh-sungguh. “Apa pun cita-cita kamu, harus kamu usahakan dan perjuangkan. Selalu bawa dalam doa dan sertakan Tuhan di setiap kegiatanmu.”
Ia juga mengingatkan untuk menyadari keberadaan orang-orang baik di sekitar kita yang akan menemani perjalanan.
Sebab, proses menuju impian mungkin tidak selalu mudah, tetapi dengan percaya diri, pikiran positif, kerja keras, doa, dan keyakinan bahwa kita mampu, setiap langkah akan membawa kita semakin dekat pada cita-cita.
dr. Meilona

