Nosel.co Jakarta- Berasal dari Medan, dr. Friska Pratiwi Sipayung membawa perjalanan hidup yang sejak kecil telah diarahkan pada satu cita-cita: menjadi seorang dokter.
Keinginan tersebut bukan sekadar impian yang muncul sesaat, tetapi telah tumbuh sejak masa kanak-kanak dan kemudian membawanya menekuni pendidikan hingga akhirnya menjalani profesi yang selama ini diidamkan. Kini, jas putih menjadi bagian dari kesehariannya sekaligus simbol tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Menjadi dokter tentu bukan perjalanan yang selalu mudah. Di balik jas putih yang terlihat profesional, ada seorang manusia yang juga dapat merasa lelah, takut, bahkan berada di titik ingin menyerah.
Namun, bagi Friska, setiap tantangan terasa memiliki arti ketika melihat kondisi pasien yang ditangani berangsur membaik.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap waktu, tenaga, dan perjuangan yang diberikan dalam menjalankan profesinya memiliki nilai tersendiri.

Di tengah kesibukan sebagai dokter, Friska juga tetap ingin menikmati kehidupan dengan caranya sendiri. Baginya, menjalani profesi yang penuh tanggung jawab bukan berarti harus melupakan kebutuhan untuk beristirahat dan menikmati berbagai hal yang disukai.
Traveling, menikmati waktu di depan kamera, maupun melakukan aktivitas yang menjadi hobi menjadi bagian dari caranya menjaga keseimbangan hidup. Dengan begitu, ia dapat kembali menjalani pekerjaan dengan energi dan semangat yang lebih baik.
Di balik perjalanan kariernya, Friska memiliki doa yang sederhana namun sangat berarti. Ia berharap anaknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang sukses dan mampu meraih kehidupan yang baik.
Di sisi lain, kesehatan dan umur panjang kedua orang tuanya menjadi salah satu harapan terbesar dalam hidupnya.
Bagi Friska, pencapaian pribadi tentu penting, tetapi melihat orang-orang yang dicintainya sehat dan bahagia merupakan kebahagiaan yang tidak tergantikan.

Kepada siapa pun yang membaca kisahnya, Friska menyampaikan pesan tentang keberanian untuk menghargai diri sendiri:
“Tidak perlu mengejar untuk dipilih. Wanita yang tahu nilainya tahu kapan harus bertahan dan kapan harus pergi.”
Baginya, mengetahui nilai diri bukan berarti merasa lebih tinggi dari orang lain, melainkan memahami batas, menghargai diri, dan berani menentukan pilihan yang sesuai dengan prinsip kehidupan.
source image: dr. Friska Pratiwi Sipayung

