Nosel.co Jakarta- Berasal dari Bali, dr. Devina merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Ia tumbuh dalam keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang, dengan kedua orang tua yang sama-sama berprofesi sebagai polisi.
Kondisi tersebut membuat Devina dan kakaknya terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Meski tidak selalu memiliki banyak waktu untuk saling mencurahkan isi hati, dukungan dan kasih sayang keluarga tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Menariknya, menjadi dokter bukanlah cita-cita Devina sejak awal. Saat remaja, ia justru pernah bercita-cita menjadi pegawai bank. Namun, sebuah kecelakaan ketika duduk di bangku SMP mengubah arah pandangannya.
Tangannya mengalami patah tulang dan membutuhkan tindakan operasi setelah mendapatkan penanganan awal yang kurang tepat. Dari pengalaman tersebut, rasa ingin tahunya terhadap dunia kedokteran tumbuh, terutama keinginan untuk memahami kondisi yang pernah dialaminya.
Dengan dukungan penuh dari kedua orang tua, ia akhirnya memilih menekuni pendidikan kedokteran hingga berhasil menyelesaikan sumpah dokter.

Perjalanan pendidikan kedokteran tentu tidak selalu mudah. Devina belajar untuk mengandalkan dirinya sendiri dan menyelesaikan setiap tanggung jawab yang sudah dimulai.
Ada masa ketika ia harus jatuh, bangun, bahkan menangis sendiri, tetapi tetap menjalani proses koas dan pendidikan hingga selesai.
Baginya, perjuangan tersebut bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga menjadi pembuktian kepada keluarga bahwa ia mampu melewati tantangan yang ada. Prinsip “apa yang kita mulai, harus kita selesaikan” menjadi salah satu pegangan yang membentuk keteguhan dirinya.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, Devina terus menjalani proses untuk berkembang dan memberikan manfaat melalui profesinya.
Ia berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari, diberikan kesehatan, memiliki keluarga yang harmonis, karier yang terus berkembang, rezeki yang berkah, serta dikelilingi orang-orang baik.
Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, ia ingin apa pun yang dijalani dapat memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain. Menurutnya, dalam menjalani kehidupan, seseorang membutuhkan kekuatan, kebijaksanaan, dan hati yang penuh syukur.

Kepada siapa pun yang sedang berjuang, Devina berpesan agar tidak mudah menyerah hanya karena perjalanan terasa berat.
“Selesaikan apa yang kamu mulai. Bagaimanapun keadaannya, matamu boleh basah, hatimu boleh patah. Jika kamu lelah, istirahatlah sejenak.
Satu hal yang harus diingat, jangan pernah menyerah. Orang tuamu menunggu keberhasilanmu.”
Pesan tersebut menjadi gambaran perjalanan Devina sendiri: bahwa setiap proses mungkin memiliki luka dan air mata, tetapi selama seseorang tetap bertahan dan melangkah, selalu ada kesempatan untuk sampai pada tujuan.
dr. Devina

