Nosel.co Jakarta- Bagi Dr. (C). dr. Putu Grace Lande, MARS, MH, C-Med, yang akrab disapa dr. Grace ini perjalanan hidup bukan sekadar tentang mencapai kesuksesan, melainkan juga tentang keberanian menentukan pilihan, memperjuangkan mimpi, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Rantepao, Toraja, menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia pernah bersekolah di SD Kristen Rantepao 5, SMP Negeri 1 Rantepao, hingga SMA Negeri 1 Rantepao. Dari tempat sederhana itulah, ia belajar bahwa masa depan dibangun melalui langkah-langkah kecil, ketekunan, dan keberanian untuk terus berkembang.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Toraja, dr. Grace memilih melanjutkan perjalanan pendidikannya ke luar daerah, mengambil jalan yang mungkin tidak selalu sesuai dengan ekspektasi orang lain. Namun, baginya, setiap pilihan memiliki pelajaran tersendiri yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.
Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan dr. Grace. Ia memulai pendidikan di bidang kedokteran, kemudian memperluas kompetensinya melalui pendidikan di bidang manajemen rumah sakit serta hukum. Perjalanan lintas bidang ini memperlihatkan bahwa proses belajar tidak harus berhenti pada satu disiplin ilmu.
Ada banyak kesempatan untuk berkembang, memperluas wawasan, dan menemukan cara baru untuk memberikan kontribusi.
Baginya, pendidikan bukan hanya tentang gelar yang disandang, tetapi juga tentang bagaimana ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk memecahkan persoalan, membuka peluang, dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar.
Ia meyakini bahwa seseorang tidak harus berjalan di jalur yang sama dengan orang lain untuk mencapai keberhasilan. Setiap individu memiliki potensi, perjalanan, dan waktu berkembang yang berbeda.

Dalam perjalanan hidupnya, dr. Grace memahami bahwa memilih jalan yang berbeda bukanlah perkara mudah. Ekspektasi keluarga, pandangan masyarakat, hingga penilaian orang lain terkadang menjadi tantangan tersendiri.
Namun, pengalaman tersebut mengajarkannya untuk tidak menjadikan penilaian dari luar sebagai satu-satunya ukuran dalam menentukan masa depan. Ia percaya bahwa anak-anak muda tidak perlu takut menjadi diri sendiri, selama pilihan yang diambil disertai tanggung jawab, kerja keras, kompetensi, dan integritas.
Berbeda bukan berarti salah, sebagaimana memiliki cita-cita yang berbeda juga bukan berarti tidak menghargai keluarga atau lingkungan.
Justru, keberanian menentukan pilihan harus berjalan beriringan dengan kesediaan mempertanggungjawabkan setiap keputusan. Menurutnya, seseorang tidak perlu merasa rendah diri hanya karena orang lain tampak lebih dahulu berhasil. Setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing untuk bersinar.
Pesan inilah yang ingin disampaikan dr. Grace kepada generasi muda Toraja. Ia berharap anak-anak muda tidak menjadikan kampung halaman sebagai batas untuk bermimpi, melainkan sebagai akar yang menguatkan langkah mereka ketika menjelajahi dunia yang lebih luas. Dari Toraja, siapa pun memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, membangun karier, dan memberikan kontribusi dalam berbagai bidang.
Namun, mimpi perlu disertai kemauan untuk terus belajar dan keberanian mengambil langkah nyata. Jika ingin menjadi dokter, persiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Jika ingin menjadi pengacara, bangun integritas dan kemampuan berpikir yang tajam. Jika ingin menekuni bisnis, pelajari ilmunya dan beranilah menghadapi tantangan.
Bahkan, jika ingin memasuki bidang yang belum pernah dijalani oleh keluarga sebelumnya, jangan takut menjadi orang pertama. Sebab, perubahan besar sering kali dimulai dari seseorang yang berani mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Pada akhirnya, bagi dr. Grace, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari tingginya jabatan, banyaknya pencapaian, atau sejauh mana seseorang melangkah meninggalkan kampung halaman.
Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain. Ia berharap generasi muda Toraja tidak melupakan akar mereka ketika kelak meraih kesuksesan.
Sejauh apa pun perjalanan membawa mereka pergi, selalu ada sesuatu yang bisa dibawa pulang, baik berupa ilmu pengetahuan, pengalaman, jaringan, maupun kesempatan untuk membantu sesama. Kampung halaman tidak seharusnya menentukan seberapa tinggi seseorang boleh bermimpi. Sebaliknya, dari tempat itulah semangat untuk tumbuh dapat berawal.
Pesan dr. Grace sederhana, tetapi bermakna: Beranilah menjadi diri sendiri, jangan takut memilih jalan yang berbeda, teruslah belajar, dan jadikan setiap pencapaian sebagai kesempatan untuk membawa manfaat bagi orang lain.
Karena pada akhirnya, mimpi yang besar bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga tentang seberapa banyak kebaikan yang dapat kita bawa pulang.
source image: dr. Grace

