Nosel.co Jakarta- Berasal dari Bali, dr. Ayu Pramulita menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Rantau, Aceh Timur. Kota sederhana dengan masyarakat yang hangat itu meninggalkan kenangan tersendiri dalam hidupnya.
Baginya, kebahagiaan tidak selalu harus datang dari sesuatu yang besar, tetapi justru bisa ditemukan dalam kedekatan keluarga, pertemanan yang tulus, makanan yang dinikmati bersama, serta rumah yang memberikan rasa nyaman.
Nilai-nilai sederhana tersebut menjadi bagian dari cara pandangnya dalam menjalani kehidupan hingga dewasa. Di tengah berbagai peran dan tanggung jawab yang dijalani, ia tetap meyakini bahwa kualitas hidup dibangun dari hal-hal mendasar yang sering kali luput dari perhatian.
Cita-cita menjadi dokter telah tumbuh dalam diri Ayu sejak remaja. Awalnya, ia bahkan membayangkan akan menjadi dokter anak. Namun, seiring perjalanan karier dan bertambahnya pengalaman, ketertarikannya berkembang ke bidang anti-aging, terutama dalam mendampingi perempuan yang menghadapi persoalan obesitas dan hormonal.
Baginya, kesehatan bukan hanya tentang penampilan fisik, melainkan juga tentang keseimbangan tubuh, kualitas hidup, dan kesejahteraan dalam jangka panjang.
Ia ingin membantu perempuan memahami kondisi tubuhnya dengan lebih baik, memperoleh informasi yang tepat, serta menjalani proses perawatan dengan pendampingan yang menyeluruh.
Melalui bidang yang ditekuninya, Ayu berupaya mendorong perempuan agar lebih peduli terhadap diri sendiri dan dapat menjalani kehidupan dengan lebih sehat.

Menjalankan profesi sebagai dokter sekaligus menjadi ibu dan mengelola usaha serta apotek tentu membutuhkan kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas. Ayu menyadari bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna setiap hari.
Baginya, kunci menjalani berbagai peran adalah memahami tanggung jawab yang sedang dihadapi dan berusaha hadir sepenuhnya dalam setiap kesempatan. Ia juga menjadikan olahraga sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
Kebiasaan tersebut bukan hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan contoh nyata tentang pola hidup sehat kepada pasien, keluarga, dan anak-anaknya. Dengan begitu, nilai kedisiplinan dan kepedulian terhadap kesehatan tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kebiasaan sehari-hari.
Lebih jauh, Ayu memiliki harapan agar ilmu dan pengalaman yang dimilikinya dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak perempuan melalui edukasi dan kegiatan sosial.
Ia memahami bahwa persoalan obesitas dan hormonal terkadang membuat seseorang merasa harus berjuang sendirian. Padahal, setiap perempuan berhak mendapatkan informasi, dukungan, dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Karena itu, semangat woman support woman menjadi nilai yang ingin terus ia dorong, sejalan dengan ajakan untuk menjalani proses penuaan secara sehat dan bermartabat atau aging gracefully. Di balik kesibukannya, keluarga tetap menjadi sumber kekuatan utama.
Ia berharap keluarganya senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta hubungan yang dekat, sekaligus ingin terus bertumbuh sebagai pribadi dan profesional yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Pesan yang ingin disampaikan Ayu kepada para perempuan adalah agar tidak menunggu semuanya sempurna untuk mulai berubah. Sering kali, seseorang merasa perlu memiliki waktu yang cukup, pengetahuan lengkap, atau motivasi besar sebelum mengambil langkah pertama.
Padahal, perubahan dapat dimulai dari keputusan sederhana yang dilakukan hari ini. Dalam menghadapi persoalan kesehatan, termasuk obesitas dan gangguan hormonal, ia mengajak perempuan untuk tidak merasa malu atau menyalahkan diri sendiri, melainkan berani mencari bantuan dan mengambil langkah yang sesuai.
Setiap tubuh memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda, sehingga perjalanan setiap orang pun tidak harus sama.
“You don’t have to have everything figured out to begin.
Start where you are, grow through the process, and let every season of life teach you something. Mulai aja dulu.”
Bagi Ayu, hidup yang berkualitas dimulai dari keberanian untuk melangkah, kesediaan untuk terus belajar, dan kepedulian untuk bertumbuh tanpa kehilangan makna.
source image: dr. Ayu Pramulita, MMRS., MH.Kes

