Nosel.co Jakarta- Berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Cathye membawa banyak kenangan dan nilai kehidupan yang tumbuh sejak masa kecil.
Baginya, Kupang bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya hingga hari ini. Dari keluarga dan lingkungan sekitar, ia belajar tentang arti rumah, kasih sayang, menghargai orang lain, serta pentingnya tetap menjadi diri sendiri dalam berbagai keadaan.
Ia merasa beruntung pernah tumbuh bersama orang-orang yang mengajarkan bahwa rumah bukan hanya tentang sebuah tempat, melainkan tentang rasa aman, cinta, dan doa dari orang-orang yang selalu mendukung kita.
Saat ini, Cathye menjalani profesi sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dan bekerja di bidang hukum pemerintahan. Pekerjaan tersebut membuatnya belajar banyak tentang tanggung jawab, ketelitian, disiplin, serta memahami bahwa setiap keputusan yang diambil dapat memberikan dampak bagi orang lain.
Di sisi lain, Cathye juga memiliki ruang untuk mengekspresikan dirinya melalui dunia yang lebih kreatif. Ia senang berada di depan kamera, mencoba berbagai hal baru, menikmati fashion, fotografi, dan aktivitas lain yang membuatnya dapat mengeksplorasi sisi dirinya.
Baginya, dua dunia tersebut justru saling melengkapi: pekerjaan mengajarkannya tanggung jawab, sementara dunia kreatif memberinya ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

Perjalanan menuju titiknya sekarang tentu tidak selalu mudah. Cathye pernah mengalami kegagalan ketika mengikuti tes untuk menjadi ASN.
Rasa kecewa sempat hadir, terlebih ketika ada keraguan dari orang-orang di sekitarnya. Namun, ia memilih untuk tidak berhenti pada kegagalan tersebut. Ia mencoba kembali, bahkan ketika masih banyak keraguan yang harus dihadapi.
Hingga akhirnya, ia berhasil melewati proses tersebut dan berdiri di atas keraguan orang lain. Pengalaman itu menjadi salah satu pelajaran penting baginya bahwa kegagalan bukan selalu akhir dari perjalanan. Ada kalanya kegagalan justru menjadi bagian yang menguatkan seseorang untuk kembali mencoba dengan keyakinan yang lebih besar.
Ke depan, Cathye tidak ingin menetapkan hidupnya hanya berdasarkan pencapaian tertentu. Ia ingin terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari, dengan kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang bahagia, serta karier yang terus berkembang. I
a juga ingin memiliki kehidupan yang seimbang, mampu menjalankan pekerjaan dengan baik, tetap punya waktu untuk orang-orang yang disayangi, sekaligus melakukan hal-hal yang membuat hidup terasa berarti.
Dalam hal ekonomi, ia berharap dapat semakin mandiri dan bijaksana dalam mengelola apa yang dimiliki, sehingga suatu hari bisa memberikan lebih banyak manfaat bagi keluarga maupun orang-orang di sekitarnya.
Bagi Cathye, hidup tidak harus selalu berjalan sempurna; yang penting setiap fase membuatnya semakin matang, bersyukur, dan semakin dekat dengan versi dirinya yang ingin ia capai.

Dari perjalanan tersebut, Cathye memiliki pesan sederhana untuk siapa pun yang sedang berjuang: jangan terlalu sibuk membandingkan perjalanan diri dengan perjalanan orang lain.
Setiap orang memiliki waktu dan prosesnya masing-masing. Ada masa ketika perjuangan belum memperlihatkan hasil, tetapi bukan berarti kita gagal mungkin prosesnya memang belum selesai. Karena itu, ia mengajak untuk tetap bertumbuh meskipun perlahan, berani menjadi diri sendiri, dan tidak takut memulai kembali.
“Tidak harus menjadi yang paling cepat. Cukup terus bertumbuh, sampai suatu hari kamu menyadari bahwa dirimu yang sekarang adalah hasil dari semua hal yang pernah kamu perjuangkan.”
source image: Cathye

