Nosel.co Jakarta- Tinggal di Kota Bandung, Berkelanov tumbuh sebagai anak pertama yang terbiasa memperjuangkan mimpinya sendiri. Sejak duduk di bangku SMK hingga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia belajar bahwa setiap impian membutuhkan perjuangan.
Saat kuliah, ia menjalani kehidupan yang tidak mudah. Ia bekerja dari pukul sembilan pagi hingga lima sore, kemudian melanjutkan kuliah kelas karyawan dari pukul enam sore hingga tengah malam. Setelah itu, waktu istirahatnya masih harus dibagi untuk mengerjakan berbagai tugas hingga pagi. Di tengah kesibukan tersebut, dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan yang terus menyemangatinya untuk tidak berhenti melangkah.
Perjalanan hidup Berkelanov kemudian membawanya pada gaya hidup yang berbeda. Ketika pekerjaannya berubah dari bekerja di kantor menjadi freelancer dengan sistem work from café, ia menyadari bahwa pengeluaran hariannya cukup besar.
Dalam sehari, ia bisa menghabiskan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 hanya untuk bekerja dari kafe.

Dari situlah muncul sebuah pemikiran sederhana, mengapa tidak menggunakan anggaran tersebut untuk tinggal dan bekerja di tempat lain? Perlahan, kebiasaan work from café berubah menjadi perjalanan work while holiday, bekerja sambil menikmati suasana kota atau pulau lain.
Keputusan tersebut membuka banyak pengalaman baru dalam hidupnya. Berkelanov bertemu dengan orang-orang dari berbagai tempat dan menyadari bahwa masih begitu banyak orang baik di dunia ini.
Bahkan, tidak sedikit orang yang menunjukkan kebaikan meski sebelumnya tidak saling mengenal. Namun, perjalanan sebagai seorang solo traveler juga memiliki sisi lain. Ada saat-saat ketika kesepian datang, terutama ketika harus menghadapi sakit sendirian dan menjalani perawatan di pulau yang jauh dari rumah. Ia bahkan pernah mengalami kecelakaan di kota orang tanpa keluarga atau orang terdekat di sisinya.
Meski begitu, semua pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pertumbuhan Berkelanov. Setiap perjalanan, pertemuan, kesulitan, hingga kesendirian memberikan pelajaran yang tidak selalu bisa didapatkan dari ruang kelas atau pekerjaan.
Ia berharap, apa pun yang dijalaninya, dapat memberikan manfaat, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya. Baginya, hidup bukan sekadar tentang pergi sejauh mungkin, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang terus bertumbuh melalui setiap pengalaman.

Berkelanov pun memiliki pesan sederhana namun penuh makna bagi siapa saja yang sedang menghadapi masa sulit.
“Saat ada hal buruk, jangan pernah berpikir bahwa Tuhan jahat atau tidak adil. Mungkin itu adalah cara Tuhan menuntun kalian ke dalam semua doa yang pernah kalian panjatkan dulu.” Sebab terkadang, jalan yang terasa berat bukanlah akhir dari segalanya.
Bisa jadi, justru melalui jalan itulah seseorang sedang diarahkan menuju kehidupan, pengalaman, dan mimpi yang selama ini diam-diam telah ia doakan.
source image: Berkelanov

