Nosel.co Jakarta- Audrey Fernanda memiliki perjalanan hidup yang penuh warna, keberanian, dan semangat kewirausahaan.
Tumbuh di Surabaya dan Sanur sebelum pindah ke Perth, Australia, pada 2014, Audrey dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih sayang. Kepergian sang ayah menjadi salah satu fase penting dalam hidupnya, sekaligus membuatnya semakin mengagumi sosok ibunya, seorang ibu tunggal tangguh yang menjadi inspirasi terbesarnya.
Sang ibu mengelola Bu Dewi Homestay & Cooking Class di Canggu, Bali, dan menjadi teladan bagi Audrey dalam hal kemandirian, kerja keras, serta keberanian membangun kehidupan melalui usaha sendiri.
Nilai-nilai itulah yang terus menjadi bekal Audrey dalam menghadapi berbagai tantangan dan mengejar impiannya.
Pada 2013, Audrey mendirikan Bonjour Bali Villas, sebuah usaha yang terinspirasi oleh komunitas pengusaha Prancis di Bali yang turut mendukung perkembangan dirinya.
Perjalanan tersebut menjadi awal kiprahnya dalam membangun bisnis sekaligus menjalin hubungan dengan berbagai kalangan. Kecintaannya terhadap kopi kemudian mendorong Audrey membuka Bonjour Coffee pada 2026.
Melalui usaha ini, ia ingin menghadirkan tempat singgah yang nyaman bagi masyarakat Canggu untuk menikmati kopi, bertemu, dan membangun koneksi.
Selain menjalankan bisnis di Bali, Audrey juga berkarier sebagai agen properti di Perth, Australia Barat, dengan fokus mengelola hunian mewah di kawasan tepi pantai.

Di tengah kesibukannya menjalankan usaha di dua negara, Audrey juga menjalani peran terpenting dalam hidupnya, yaitu menjadi ibu bagi putrinya, Scarlett, yang kini berusia 10 tahun. Bagi Audrey, Scarlett adalah sumber kebahagiaan, motivasi, dan alasan terbesar untuk terus berkembang.
Menjalankan beberapa bisnis di Bali dan Perth tentu bukan perkara mudah. Audrey mengakui bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah pikirannya yang seolah tidak pernah berhenti bekerja, bahkan ketika hari sudah berakhir.
Selalu ada hal yang perlu dipikirkan, peluang yang harus dipertimbangkan, dan tanggung jawab yang menuntut perhatian. Namun, di balik berbagai tantangan tersebut, ia menemukan pelajaran berharga bahwa impian besar tetap dapat diwujudkan selama seseorang berani berusaha dan konsisten melangkah.
Salah satu hal paling membahagiakan baginya adalah melihat berbagai hal yang dahulu hanya dibayangkan perlahan menjadi kenyataan. Pengalaman ini mengajarkannya bahwa keberhasilan bukan sekadar tentang pencapaian bisnis atau materi, melainkan juga tentang proses mengenal diri sendiri, membangun hubungan yang bermakna, dan membuktikan bahwa kehidupan yang diimpikan dapat diperjuangkan.
Bagi Audrey, kesuksesan bukanlah tentang membuktikan bahwa dirinya lebih hebat daripada orang lain. Kesuksesan adalah tentang kemampuan untuk melihat kembali setiap pengorbanan, kegagalan, dan malam-malam tanpa tidur, lalu menyadari bahwa semuanya memiliki arti dalam perjalanan hidupnya. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh, mengejar mimpi, dan memulai kembali ketika keadaan tidak berjalan sesuai harapan.
Melalui perjalanannya sebagai pengusaha, profesional, sekaligus seorang ibu, Audrey berharap kisah hidupnya dapat menginspirasi orang lain untuk lebih percaya pada kemampuan diri sendiri.
Baginya, keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari apa yang berhasil dibangun, tetapi juga dari keberanian untuk terus melangkah dan seberapa banyak orang yang dapat terinspirasi oleh perjalanan tersebut.

Pesan Audrey Fernanda dalam penutupnya ialah…
“Success isn’t about proving you’re better than anyone else. It’s about proving to yourself that every sacrifice, every setback, and every sleepless night was worth it.
If my journey inspires even one person to believe in themselves, chase a dream they once thought was impossible, or find the courage to start again, then my success means so much more than anything money could ever buy.”
source image: Audrey Fernanda

