Nosel.co Jakarta- Tessalonika Kondengis, S.Pd., merupakan perempuan asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Baginya, daerah tempat ia tumbuh bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi bagian penting dari perjalanan hidup yang membentuk cara pandangnya.
Meski termasuk daerah yang relatif baru dan masih jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, masyarakatnya memiliki semangat untuk terus berkembang.
Banyak anak muda memilih menempuh pendidikan di kota demi mengikuti perkembangan zaman, lalu kembali membawa pengalaman dan kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dunia seni sudah menjadi bagian dari perjalanan Tessalonika sejak lama. Bernyanyi merupakan hobinya yang terus ia asah melalui berbagai kesempatan dan perlombaan. Selain menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan, aktivitas tersebut juga menjadi salah satu caranya untuk menambah nilai ekonomi bagi keluarga.
Ketertarikannya pada dunia pembawa acara kemudian semakin berkembang ketika ia menempuh pendidikan di Universitas Negeri Manado, Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Dari sana, ia belajar menjadi seorang pewara dan mulai mengasah kemampuan berbicara di berbagai acara kampus.
Setelah lulus pada 2020, Tessalonika sempat menjalani kehidupan sebagai singer freelancer di sejumlah kafe di Kota Kotamobagu selama kurang lebih enam bulan. Perjalanan kariernya kemudian membawanya mencoba dunia perbankan.
Ia memulai sebagai frontliner, kemudian berkembang ke posisi marketing hingga saat ini. Perjalanan tersebut tentu tidak selalu mudah, tetapi setiap pengalaman memberikan pelajaran baru dan membentuk dirinya menjadi pribadi yang semakin matang. Baginya, proses panjang yang dijalani dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan membawa seseorang menuju hasil yang diharapkan.
Untuk keluarga, Tessalonika memiliki harapan sederhana namun penuh makna. Ia berharap keluarganya selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, serta berada dalam lindungan Tuhan. Ia juga berharap segala kebutuhan keluarga senantiasa dicukupkan, bahkan diberikan lebih oleh Tuhan.
Sementara untuk dirinya sendiri, ia ingin terus memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan tempatnya bekerja, terus belajar menjadi MC yang andal, serta berusaha mengejar target hidup dan masa depan yang lebih baik. Di atas semuanya, ia ingin menjadi pribadi yang bisa memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi sesama.

Kepada siapa pun yang sedang menjalani prosesnya masing-masing, Tessalonika berpesan agar tidak membatasi diri hanya karena perkataan orang lain.
“Jangan batasi dirimu dengan apa kata orang. Mari buktikan bahwa dirimu berharga. Percayalah bahwa setiap proses yang kamu jalani saat ini akan membawamu menjadi pribadi yang berkualitas, karena tidak ada hasil yang mengkhianati proses.”
source image: Tessalonika Kondengis

