Nosel.co Jakarta- Berasal dari Klang, Selangor, Malaysia, Watie Rahman memiliki perjalanan hidup yang banyak dibentuk oleh sosok ibunda tercinta, almarhumah Azizah.
Sang ibu menjadi inspirasi terbesar dalam hidupnya. Dari beliau, Watie belajar tentang arti pengorbanan, kerja keras, keteguhan hati, dan pentingnya menjadi perempuan yang mandiri. Nilai-nilai tersebut hingga kini menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan maupun membangun karier.
Dengan pengalaman selama 16 tahun di industri kecantikan, Watie berhasil membangun Albatrosses dengan berlandaskan kejujuran dan kepercayaan.
Baginya, membangun bisnis bukan semata-mata tentang keuntungan, tetapi juga bagaimana menciptakan hubungan jangka panjang dan memberikan pelayanan yang dapat dipercaya.
Selain itu, kecintaannya terhadap dunia fesyen, seni, dan budaya mendorongnya menghadirkan Anugrah Couture sebagai ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi bisnis di industri fashion.

Dalam perjalanan profesionalnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Watie adalah menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.
Ia menyadari bahwa keduanya membutuhkan perhatian, komitmen, serta pengelolaan waktu yang baik. Di luar kesibukan bisnis, Watie juga memiliki beragam aktivitas yang menjadi bagian dari gaya hidupnya, seperti berenang, berkuda, memanah, seni bela diri, mengembara, hingga terus menuntut ilmu.
Baginya, kehidupan bukan hanya tentang bekerja dan mencapai target, tetapi juga tentang terus belajar, menikmati pengalaman, serta mengembangkan diri.
Untuk masa depan, Watie berharap selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan bersama keluarga, serta rezeki yang berkat. Ia juga ingin meraih kesuksesan yang tidak hanya membawa kebahagiaan bagi dirinya sendiri, tetapi turut memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu perhatian besarnya adalah membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan agar mampu berdikari, memiliki kepercayaan diri, dan membangun kehidupan yang lebih baik melalui potensi yang dimiliki.

Watie percaya bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing. Karena itu, ia berpesan agar tidak mudah membandingkan pencapaian diri dengan kehidupan orang lain.
Teruslah belajar, berusaha, dan menjaga prinsip hidup.
Sebagaimana keyakinannya, “Kejayaan sebenar bukan sekadar apa yang kita capai, tetapi berapa ramai yang mendapat manfaat daripada kejayaan kita.”
Sebuah filosofi yang menggambarkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya diukur dari pencapaian pribadi, melainkan juga dari seberapa besar kebaikan yang dapat dibagikan kepada sesama.
source image: Watie Rahman

