Nosel.co Jakarta- Lahir di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Suliastini Sulistasniem menghabiskan masa kecilnya di Mentok, sebuah kota yang lekat dengan sejarah pertambangan timah, sebelum melanjutkan pendidikan hingga sekolah menengah atas di Pangkalpinang.
Baginya, Bangka Belitung bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi rumah yang menyimpan begitu banyak kenangan indah. Ia begitu terkesan dengan keramahan masyarakatnya, kebersamaan yang kuat, serta toleransi antarumat beragama yang begitu terasa.
Kehidupan masyarakat Melayu dan Tionghoa yang saling menghargai, bahkan masjid dan gereja yang dapat berdiri berdampingan, menjadi salah satu hal yang membuatnya semakin mencintai tanah kelahirannya. Hingga kini, keluarga besarnya masih berada di Bangka, sehingga setiap tahun ia selalu menyempatkan diri untuk pulang.
Perjalanan Suliastini membangun bisnis dimulai setelah menikah pada 2005. Ia memilih meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan Jepang dan bersama suami mulai merintis usaha tour and travel. Perjalanan itu tentu tidak selalu mudah.
Pada masa awal membangun bisnis, ia bahkan pernah bekerja hampir 24 jam dan hanya memiliki waktu tidur sekitar tiga jam.
Namun, kerja keras tersebut perlahan membuahkan hasil. Pada 2010, ia dan suami dipercaya menjadi dealer Jotun Paint dan terus mengembangkan bisnis hingga kini memiliki enam toko yang tersebar di Kota Batam.
Tidak berhenti di sana, pada 2011 mereka juga mendirikan sekolah Islam yang hingga sekarang terus berkembang.
Sementara itu, usaha terbaru yang dikelola sang suami bergerak di bidang ekspor cocoa, yang awalnya hanya memiliki satu gudang dan kini telah berkembang menjadi empat gudang yang tersebar di empat provinsi.

Setelah melewati perjalanan panjang dalam membangun berbagai usaha, kini Suliastini berada di fase kehidupan yang lebih tenang. Sebagian besar bisnis telah berjalan secara mandiri sehingga dirinya dan suami lebih banyak berperan dalam menjaga, mengontrol, serta membangun hubungan dengan para relasi.
Baginya, menjaga hubungan baik adalah bagian penting dalam perjalanan bisnis. Anak-anak mereka kini bersekolah di Jakarta, sehingga waktu bersama keluarga menjadi momen yang sangat berharga.
Setidaknya sebulan sekali, ia dan suami menyempatkan diri mengunjungi anak-anak di Jakarta. Di sela kesibukan, Suliastini juga menikmati hidup dengan berolahraga seperti jogging dan bermain golf, baik bersama suami maupun teman-temannya. Baginya, memiliki waktu untuk menikmati hasil perjuangan adalah bagian dari makna enjoy life.
Berbisnis juga mengajarkan Suliastini bahwa perjalanan menuju keberhasilan tidak selalu dipenuhi kemudahan. Ada pengalaman ketika menghadapi orang yang tidak amanah atau mengalami kerugian, dan ia menganggap semua itu sebagai bagian dari risiko seorang pengusaha.
Namun, satu prinsip yang selalu ia pegang adalah jangan pernah membalas dengan melakukan hal yang sama. Menurutnya, dalam bisnis yang harus dijaga bukan hanya keuntungan, tetapi juga nama baik, kepercayaan, dan kejujuran.
Kebebasan mengatur waktu menjadi salah satu hal yang paling ia syukuri dari perjalanan sebagai pengusaha. Ia bisa menentukan kapan harus bekerja, kapan beristirahat, dan kapan menikmati waktu bersama keluarga.
Dari semua pengalaman tersebut, ia belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa besar bisnis yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana perjalanan itu dapat membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.

Ke depan, Suliastini berharap seluruh usaha yang telah dibangun bersama suami dapat terus berjalan lancar dan berkembang, serta suatu hari nanti dapat diteruskan oleh anak-anak mereka. Ia juga berharap selalu diberikan kesehatan, umur yang penuh keberkahan, dan kesempatan untuk terus memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.
Bagi Suliastini, perjalanan hidup mengajarkan satu hal sederhana: selalu bersyukur dalam keadaan apa pun, karena dengan bersyukur, hal-hal kecil pun akan terasa begitu nikmat.
a juga percaya bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti. “Jangan pernah menyerah ketika kamu gagal dan jatuh, karena itu adalah proses untuk menjadi diri kita yang lebih kuat.”
source image: Suliastini Sulistasniem

