Nosel.co Jakarta- Mutiara Islamiyah berasal dari Palembang, sebuah kota yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Sejak kecil, ia bersyukur karena selalu dikelilingi lingkungan yang hangat, orang-orang baik, serta keluarga yang penuh cinta.
Meski kini kedua orang tuanya telah tiada, kasih sayang dan nilai-nilai yang mereka tanamkan tetap menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Baginya, keluarga bukan hanya tentang siapa yang selalu berada di samping kita, tetapi juga tentang cinta dan kebaikan yang terus hidup di dalam hati.
Saat ini, Mutiara bekerja di dunia hospitality sebagai front office di salah satu hotel di Palembang.
Pekerjaan tersebut membuatnya terbiasa dengan aktivitas yang dinamis dan tuntutan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik.
Bahkan ketika orang lain menikmati hari libur atau tanggal merah, ia terkadang justru tetap bekerja karena dunia hospitality menuntut pelayanan selama 24 jam.

Namun, di tengah kesibukan tersebut, Mutiara selalu berusaha menyisihkan waktu untuk dirinya sendiri, salah satunya dengan berolahraga dan aktif di media sosial.
Baginya, berbagi cerita tentang keseharian bukan sekadar aktivitas, tetapi juga menjadi ruang untuk beristirahat sejenak dari rutinitas dan menemukan energi positif.
Menjalani pekerjaan sebagai front office tentu memiliki suka dan dukanya sendiri. Salah satu hal yang paling ia sukai adalah kesempatan untuk bertemu dan mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang.
Dari para tamu, ia belajar membangun relasi, berkomunikasi dengan baik, sekaligus memahami karakter setiap orang. Ada kepuasan tersendiri ketika ia berhasil memberikan pelayanan yang baik dan membuat tamu merasa nyaman.
Namun, pekerjaan ini juga mengajarkannya untuk tetap profesional dan sabar, terutama ketika harus menghadapi keluhan atau situasi yang berada di luar kendalinya. Dari situlah ia belajar bahwa bekerja bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang mengelola emosi dan tetap memberikan yang terbaik dalam keadaan apa pun.
Di balik kesibukannya, Mutiara memiliki harapan sederhana untuk kehidupannya. Ia ingin selalu dilimpahkan kebahagiaan, dikelilingi orang-orang baik, serta diberikan kesempatan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Untuk keluarganya, ia berharap semua selalu diberikan kesehatan dan suatu hari nanti dapat menyaksikan serta merasakan kebahagiaan dari setiap kesuksesan yang berhasil ia raih.
Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

Mutiara percaya bahwa hidup tidak harus selalu berjalan sempurna untuk bisa terasa berarti. Ada kalanya hidup dipenuhi kesibukan, tantangan, kehilangan, dan keadaan yang tidak bisa kita kendalikan.
Namun, selama kita tetap mampu bersyukur, menjaga hati, memberikan kebaikan kepada orang lain, dan menikmati setiap proses yang dijalani, selalu ada alasan untuk bahagia.
“Hidup bukan tentang menjadi sempurna, tetapi tentang menjadi berarti dan bahagia.” Prinsip sederhana itu menjadi pengingat bagi Mutiara untuk terus menjalani hidup dengan penuh syukur, memberikan yang terbaik dalam setiap peran, dan percaya bahwa setiap langkah kecil hari ini sedang membawanya menuju kehidupan yang lebih bermakna.
source image: Mutiara Islamiyah:

