Nosel.co Jakarta- Aku berasal dari Samarinda, meskipun masa kecilku lebih banyak aku habiskan di Makassar.
Sejak kecil, aku sudah terbiasa menjalani hidup terpisah dari orang tua. Mungkin tidak selalu mudah, tetapi pengalaman itu justru membuatku belajar menjadi pribadi yang mandiri. Ketika dewasa, aku kembali ke Samarinda untuk melanjutkan usaha orang tua sekaligus membangun kehidupanku sendiri.
Saat ini, keseharianku banyak dihabiskan sebagai petani sawit. Selain mengurus perkebunan, aku juga menjalankan usaha online shop sebagai aktivitas lain yang aku tekuni.
Bagiku, bekerja dan berusaha adalah bagian dari proses untuk terus berkembang sekaligus membangun masa depan dengan tanganku sendiri.

Ada banyak hal yang aku syukuri dari kehidupan mandiri ini. Salah satunya, aku bisa membeli atau melakukan apa pun yang aku inginkan tanpa harus menunggu orang lain.
Bahkan, aku tidak pernah punya tanggal pasti untuk gajian karena penghasilanku berasal dari usaha yang aku jalankan sendiri.
Meski begitu, ada juga sisi lain yang terkadang terasa sepi, yaitu harus pergi ke mana-mana sendiri dan menjalani banyak hal seorang diri.
Ke depannya, aku berharap bisa memiliki pasangan dan membangun keluarga kecil yang hangat, keluarga cemara yang selama ini aku impikan.
Aku juga ingin kondisi ekonomi semakin melejit di tengah situasi “in this economy”, tetap diberikan kesehatan, dan bisa menjalani kehidupan dengan small circle yang sederhana tetapi penuh makna.

Aku ingin terus berusaha sampai suatu hari bisa membuktikan bahwa masa lalu bukanlah penentu masa depan seseorang.
Tidak semua anak yang orang tuanya berpisah akan kehilangan arah atau tidak memiliki masa depan.
Justru dari keadaan itu, seseorang bisa belajar menjadi kuat, mandiri, dan mampu membangun kehidupannya sendiri. Teruslah berusaha, karena masa depan tetap bisa kita perjuangkan dengan tangan kita sendiri.
source image: Dhea Reski Anugrah, ST

