Nosel.co Jakarta- Bagi Serlly Ferawati K Septi, SH, M.Kn, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari kehidupan yang menyimpan kehangatan dan nilai-nilai yang membentuk dirinya.
Kabupaten yang dikenal dengan kesenian Reog Ponorogo ini memiliki pesona tersendiri melalui suasana pedesaan yang sejuk serta masyarakatnya yang ramah dan baik hati.
Lingkungan yang dekat dengan tradisi dan kehidupan sosial tersebut menjadi bagian dari perjalanan Serlly dalam mengenal arti kebersamaan, kepedulian, dan pentingnya memberikan manfaat bagi orang lain. Nilai-nilai itulah yang turut menginspirasi langkahnya dalam menapaki perjalanan pendidikan dan membangun cita-cita masa depan.
Ketertarikan Serlly terhadap dunia hukum sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMA. Kecintaannya pada mata pelajaran hukum membuatnya mantap melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Pada awal masa kuliah, ia sempat bercita-cita menjadi seorang hakim. Namun, seiring bertambahnya pengalaman dan proses belajar hingga menyelesaikan skripsi, ia mulai menemukan arah karier yang lebih sesuai dengan minat dan nalurinya, yakni dunia kenotariatan.
Keputusan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister kenotariatan menjadi langkah penting untuk mewujudkan impian tersebut.
Baginya, menentukan pilihan karier bukan hanya tentang mempertahankan cita-cita awal, tetapi juga tentang keberanian mengenali potensi diri dan menemukan bidang yang benar-benar ingin ditekuni.

Perjalanan Serlly menuju profesi notaris tentu tidak selalu mudah. Ia menjalani pendidikan S2 di tengah pandemi COVID-19, ketika perkuliahan berlangsung secara daring dan dirinya juga tetap bekerja.
Setelah lulus, perjuangannya berlanjut melalui proses magang selama 2,5 tahun di kantor notaris dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), disertai keharusan mengikuti berbagai seminar untuk memenuhi persyaratan ujian. Meski membutuhkan waktu, tenaga, dan komitmen yang besar, Serlly menjalaninya dengan penuh kesungguhan.
Ia menyadari bahwa menjadi notaris membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai persoalan hukum, khususnya yang berkaitan dengan pertanahan dan kenotariatan.
Rasa ingin tahunya yang besar serta kesukaannya mempelajari hal-hal baru membuat setiap tahapan menjadi kesempatan berharga untuk bertumbuh. Di tengah kesibukan tersebut, dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan yang membuatnya tetap bersemangat memperjuangkan masa depan.
Lebih dari sekadar pencapaian profesional, Serlly memiliki harapan untuk menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Ia ingin karier yang dibangunnya kelak menjadi ladang rezeki sekaligus jalan untuk memberikan kontribusi nyata kepada sesama.
Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang posisi atau pencapaian pribadi, melainkan juga tentang seberapa besar kehadiran seseorang dapat membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya. Di balik tanggung jawab dan cita-cita yang dipikulnya, Serlly juga berharap senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan untuk menyelesaikan setiap amanah kehidupan.
Ia memahami bahwa perjalanan menuju masa depan membutuhkan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan pengembangan diri. Dengan dukungan orang-orang terdekat serta kemauan untuk terus belajar, ia berusaha menjalani setiap proses dengan rasa syukur dan optimisme.

Melalui perjalanan hidupnya, Serlly menitipkan pesan sederhana tetapi bermakna bagi perempuan Indonesia:
Jangan pernah berhenti belajar, teruslah mencari tahu, dan jadilah perempuan yang kuat serta mandiri. Ia percaya bahwa setiap perempuan perlu memiliki keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri, mengembangkan kemampuan, dan memperjuangkan masa depannya.
Namun, kemandirian juga perlu berjalan beriringan dengan kerendahan hati, sikap saling menghargai, dan kepedulian terhadap orang lain. Menurutnya, menjadi perempuan yang hebat bukan berarti harus merasa lebih tinggi daripada sesama, melainkan mampu bertumbuh tanpa kehilangan jati diri dan tetap menebarkan kebaikan tanpa mengharapkan imbalan.
Prinsip inilah yang ingin terus ia pegang dalam perjalanan karier maupun kehidupan pribadinya. Bagi Serlly, setiap langkah kecil yang dijalani dengan ketulusan, ilmu, dan tanggung jawab dapat menjadi awal dari kontribusi besar bagi masyarakat.
source image: Serlly Ferawati K Septi, SH, M.Kn

