Nosel.co Jakarta- Berasal dari Kabupaten Bogor, Maulidya Nurfela menyimpan kenangan masa kecil yang hangat di kampung halamannya.
Baginya, Bogor bukan sekadar tempat kelahiran, melainkan ruang yang membentuk nilai-nilai kehidupan sejak dini.
Tumbuh di tengah keluarga yang penuh kasih sayang dan lingkungan masyarakat yang ramah membuatnya memahami arti kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik. Nilai-nilai itulah yang hingga kini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya, sekaligus fondasi dalam membangun keluarga dan menjalani berbagai aktivitas.
Setelah menikah, Maulidya menjalani peran sebagai istri, ibu, sekaligus entrepreneur yang mengelola beberapa bisnis. Kesibukannya tidak hanya berkutat pada urusan pekerjaan, tetapi juga mencakup tanggung jawab mengurus anak-anak dan keluarga.
Di tengah berbagai aktivitas tersebut, ia tetap berusaha menyediakan waktu untuk berolahraga dan melakukan hal-hal yang disukainya.
Bagi Maulidya, menjadi perempuan yang produktif bukan berarti harus mengorbankan salah satu sisi kehidupan. Ia percaya bahwa keluarga dan karier dapat berjalan beriringan selama keduanya dijalani dengan kesadaran, komitmen, dan keseimbangan.

Prinsip keseimbangan itu juga tercermin dalam caranya membangun hubungan dengan keluarga. Bersama suami, Maulidya berusaha meluangkan waktu pada akhir pekan untuk menikmati quality time bersama anak-anak.
Mereka tidak harus selalu melakukan sesuatu yang mewah atau merencanakan perjalanan besar. Makan bersama, berjalan-jalan, hingga sesekali bepergian sudah menjadi momen berharga yang ingin ia abadikan dalam ingatan anak-anaknya.
Ia berharap, ketika kelak mereka dewasa dan mengingat kembali masa kecilnya, ada cerita sederhana yang bisa dikenang dengan bahagia: pernah mengunjungi berbagai tempat bersama Mama dan Papa. Baginya, keberhasilan membangun karier akan terasa lebih bermakna ketika tetap memiliki waktu untuk orang-orang tercinta.
Dalam memandang masa depan, Maulidya menyimpan harapan besar bagi keluarga dan bisnis yang dijalaninya. Ia ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat, berakhlak baik, dekat dengan agama, serta bermanfaat bagi sesama.
Ia juga mendoakan agar keluarganya senantiasa diberikan kesehatan, umur yang panjang dan bermanfaat, serta rezeki yang cukup, luas, dan penuh keberkahan.
Lebih dari sekadar pencapaian materi, ia berharap perjalanan hidupnya selalu mempertemukannya dengan orang-orang baik, lingkungan yang positif, dan kesempatan yang membawa kebaikan.
Sebab, baginya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, melainkan juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan.

Melalui perjalanan hidupnya, Maulidya ingin mengingatkan bahwa setiap orang memiliki definisi sukses yang berbeda.
Kesuksesan tidak semata-mata diukur dari pencapaian bisnis, jabatan, atau banyaknya harta yang dimiliki. Ada kebahagiaan yang tumbuh ketika seseorang mampu tetap menjadi pribadi yang baik, hadir untuk keluarga, bersyukur atas apa yang dimiliki, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Ia mengajak setiap orang untuk terus bermimpi, bekerja keras, dan berkembang tanpa harus kehilangan hal-hal yang paling berharga dalam hidup.
Sebab, pada akhirnya, yang patut dirayakan bukan hanya pencapaian yang berhasil diraih, tetapi juga hati yang tetap terjaga, keluarga yang tetap dekat, serta kebaikan yang ditinggalkan sepanjang perjalanan.
source image: Maulidya Nurfela

