Nosel.co Jakarta- Lahir dan tumbuh di Ponorogo, kota yang identik dengan kekayaan seni dan budaya, Tya Agustin telah mengenal dunia kesenian sejak kecil.
Ketertarikannya terhadap seni tari dan dunia pertunjukan bermula dari sang kakek yang memperkenalkannya pada aktivitas menari dan menjadi sinden. Pengalaman masa kecil tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kecintaannya terhadap seni dan ekspresi diri.
Lingkungan yang lekat dengan budaya membuat Tya memiliki ketertarikan untuk terus mengeksplorasi kreativitas. Meski perjalanan hidup membawanya ke berbagai pengalaman baru, akar kesenian yang tumbuh sejak kecil tetap menjadi bagian dari dirinya hingga kini.
Ketertarikan Tya terhadap dunia fotografi juga sudah muncul sejak usia dini. Namun, langkahnya menuju dunia entertainment mulai berkembang ketika ia menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan mengambil jurusan Seni Tari.
Di sela-sela kesibukan kuliah, Tya memanfaatkan waktu luang untuk menjalani aktivitas foto.
Awalnya, kegiatan tersebut hanya menjadi cara untuk mengisi waktu, tetapi seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang tertarik dengan penampilannya dan mengajaknya bekerja sama.

Dari pengalaman sederhana itulah, peluang di dunia hiburan mulai terbuka. Tya kemudian semakin aktif berkarya, membangun relasi, dan mengembangkan dirinya melalui berbagai kesempatan yang datang. Perjalanan tersebut mengajarkannya bahwa terkadang peluang besar berawal dari sesuatu yang dilakukan dengan senang hati tanpa terlalu banyak ekspektasi.
Perjalanan Tya di dunia entertainment tentu tidak selalu berjalan mulus. Persaingan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari profesi yang dijalaninya. Ia bahkan pernah kehilangan akun pertamanya akibat persoalan yang melibatkan orang terdekat yang diduga merasa iri.
Pengalaman tersebut menjadi pukulan tersendiri karena ia harus kembali membangun semuanya dari awal. Kini, Tya melanjutkan perjalanannya melalui akun baru, @bby.iia, dengan semangat untuk terus berkarya dan memperluas jangkauan.
Meski menyadari bahwa tidak semua orang akan menyukai atau mendukung langkahnya, Tya memilih untuk tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk berhenti. Ia berusaha mengubah pengalaman pahit menjadi motivasi untuk berkembang lebih baik.
Baginya, rezeki telah diatur oleh Tuhan, sedangkan tugas manusia adalah terus berusaha, menjaga semangat, dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Di balik perjalanan kariernya, Tya memiliki harapan sederhana yang ia rangkum dalam prinsip 3S: Senang, Sukses, dan Sejahtera. Ia ingin menjalani kehidupan dengan hati yang bahagia, meraih kesuksesan melalui usaha yang ditekuni, serta menikmati kesejahteraan bersama orang-orang yang disayanginya.
Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang popularitas atau pencapaian di dunia hiburan, tetapi juga tentang kemampuan untuk tetap menikmati proses, menjaga ketenangan diri, dan mensyukuri setiap kesempatan.
Tya ingin terus mengembangkan potensi yang dimiliki, memperluas pengalaman, serta membuktikan bahwa kehilangan kesempatan atau menghadapi hambatan bukan berarti perjalanan harus berakhir.
Selama masih ada kemauan untuk mencoba, selalu ada ruang untuk membangun kembali apa yang pernah hilang.
Melalui kisahnya, Tya Agustin menyampaikan pesan bahwa tidak semua hal perlu ditanggapi dengan kata-kata atau perlawanan. Terkadang, memilih diam, fokus memperbaiki diri, dan terus berkarya merupakan cara terbaik untuk menghadapi orang-orang yang berusaha menjatuhkan.

Ia percaya bahwa energi akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk bertumbuh daripada dihabiskan untuk membalas perlakuan buruk. Setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing, sehingga tidak perlu berhenti hanya karena ada pihak yang tidak menyukai keberhasilan kita.
“Hidup menjadi lebih tenang dan lebih baik ketika kita memilih diam, sementara mereka sibuk berisik dan berusaha menjatuhkan.”
Bagi Tya, yang terpenting bukanlah membuktikan sesuatu kepada semua orang, melainkan tetap melangkah, menjaga diri, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan.
Sebab, karya yang konsisten dan hati yang tetap kuat akan selalu memiliki nilai, bahkan ketika perjalanan harus dimulai kembali dari nol.
source image: Tya Agustin

