Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Caca: Menikmati Hidup, Bertumbuh, dan Menjadi Diri Sendiri

    Oktober 28, 2026

    Zaza, Dari Panggung Modeling hingga Dunia Digital

    Oktober 27, 2026

    Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan

    Oktober 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook Instagram WhatsApp Threads
    nosel.conosel.co
    • Home
    • Nasional
    • Passion
      • Lifestyle
      • Health
      • Fashion & Beauty
      • Cullinary
      • Travel & Hospitality
      • Business
      • Sportainment
      • Dekorasi
    • Bisnis & Karir
      • Wirausaha
      • Finansial
      • Tips Kerja
    • Humaniora
      • Culture
      • Politik
      • Sastra
    • Community
    • Review Top Brand
    • Original
    nosel.conosel.co
    Home»Beauty»Alma Nura: Mengubah Luka Menjadi Kekuatan, Merajut Mimpi Lewat Seni Makeup
    Beauty

    Alma Nura: Mengubah Luka Menjadi Kekuatan, Merajut Mimpi Lewat Seni Makeup

    RedaksiBy RedaksiOktober 18, 2026Updated:Oktober 19, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Nosel.co Jakarta- Alma Nura lahir dan besar di Kabupaten Bogor, dalam keluarga yang penuh cinta dan perhatian. Tumbuh di lingkungan keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai guru, Alma terbiasa dengan didikan orang tua yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan dan prestasi akademik.

    Sejak kecil, ia memiliki banyak pencapaian di bidang akademik. Namun, perjalanan masa kecilnya tidak sepenuhnya mudah. Sejak kelas 6 SD hingga kelas 2 SMP, Alma mengalami perundungan atau bullying yang turut memengaruhi kepribadiannya.

    Latar belakang keluarga yang mengharapkannya menjadi seorang guru pun membuat Alma merasa perlu mencari jalan hidup yang berbeda.

    Pengalaman tersebut membuatnya enggan menekuni profesi yang berkaitan dengan lingkungan sekolah. Tanpa disadari, perjalanan itu justru menjadi awal bagi Alma untuk menemukan jati diri dan potensi yang kelak mengantarkannya pada dunia kecantikan.

    Ketertarikan Alma terhadap makeup sebenarnya berawal dari latar belakangnya sebagai anak seni tari. Kemampuan merias sudah terlihat sejak muda, meskipun saat itu ia belum pernah membayangkan bahwa makeup akan menjadi profesi yang ditekuni secara serius.

    Sebuah perlombaan sederhana saat duduk di kelas 3 SMA menjadi titik balik dalam hidupnya. Dalam lomba merias teman dengan mata tertutup pada perayaan 17 Agustus, Alma berhasil meraih juara pertama.

    Pengalaman tersebut membuka matanya bahwa ia memiliki bakat yang layak dikembangkan. Meski sempat mendapat pandangan sebelah mata dari orang tua karena profesi perias dianggap belum menjamin keberhasilan, Alma tidak menyerah.

    Ia mencari informasi secara mandiri melalui internet hingga menemukan sekolah kecantikan Martha Tilaar.

    Dari situlah ia memutuskan untuk belajar lebih serius, mengambil jurusan Photography Makeup dengan sertifikasi CIBTAC UK. Program yang dijalaninya mengikuti standar pendidikan kecantikan Inggris, termasuk proses pembelajaran dan ujian yang diawasi langsung oleh pelatih dari Inggris.

    Setelah menyelesaikan pendidikan makeup, Alma mulai menapaki dunia profesional dengan bekerja sebagai bagian dari tim makeup di sebuah stasiun televisi untuk program berita.

    Sayangnya, perjalanan tersebut harus terhenti ketika pandemi Covid-19 melanda. Saat masih menjalani masa magang, ia terkena pemutusan hubungan kerja. Situasi itu menjadi salah satu masa tersulit dalam hidupnya. Kesempatan yang baru saja dirintis seolah hilang begitu saja, sementara masa depan terasa tidak menentu.

    Namun, Alma memilih untuk tidak membiarkan keadaan tersebut memadamkan kecintaannya terhadap dunia makeup. Ia mulai membangun kembali kariernya secara perlahan, mencari peluang kolaborasi demi kolaborasi, memperluas jaringan, dan memperkenalkan kemampuannya kepada lebih banyak orang.

    Bahkan, ia pernah menerima pekerjaan yang hanya dibalas dengan ucapan terima kasih tanpa bayaran. Baginya, setiap pengalaman tetap menjadi bagian dari proses belajar dan membuka jalan menuju kesempatan berikutnya.

    Kini, Alma bersyukur karena mampu mengubah hobi menjadi sumber penghasilan sekaligus profesi yang dicintainya. Ia percaya bahwa bekerja sesuai passion memberikan kebahagiaan tersendiri, bahkan ketika harus menghadapi kritik, masukan dari klien, atau tantangan dalam sebuah proyek. Selama hasil makeup yang dikerjakannya dapat memberikan kepuasan, ia selalu berusaha mengambil pelajaran positif dari setiap pengalaman.

    Bagi Alma, keberhasilan bukan hanya tentang seberapa besar bayaran yang diterima atau seberapa banyak orang mengenal namanya, melainkan juga tentang kemampuan bertahan, terus berkembang, dan tetap mencintai apa yang dilakukan.

    Ke depan, ia ingin terus meningkatkan keterampilan, berbagi ilmu, serta menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang. Di luar karier, Alma juga menyimpan harapan sederhana tetapi mendalam: semoga keluarganya senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan kebersamaan hingga akhir hayat.

    Dari perjalanan hidupnya, Alma Nura menyampaikan pesan bagi siapa pun yang sedang merasa takut, pesimis, atau menganggap impiannya mustahil untuk diwujudkan.

    Ia percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan keyakinan, ketekunan, dan doa dapat membawa seseorang semakin dekat dengan kehidupan yang diimpikan.

    Pengalaman bullying, keraguan dari orang lain, hingga kehilangan pekerjaan saat pandemi tidak menjadi akhir dari ceritanya, melainkan bagian dari proses yang membentuk dirinya hari ini. Alma meyakini bahwa selama seseorang tidak menyakiti orang lain, terus melakukan yang terbaik, dan berserah diri kepada Allah, selalu ada kemungkinan untuk bangkit dan menemukan jalan baru.

    “Saat kamu merasa kecil dan tak terlihat, percayalah bahwa selama kamu terus berbuat baik dan melakukan yang terbaik, Allah akan menyiapkan podium indah yang membuatmu dipandang banyak orang.”

    Sebuah pesan yang mengingatkan bahwa setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk bersinar, dan tidak ada perjuangan tulus yang sia-sia ketika dijalani dengan kesabaran serta keyakinan.

    source image: Alma Nura

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Redaksi

    Related Posts

    Caca: Menikmati Hidup, Bertumbuh, dan Menjadi Diri Sendiri

    Oktober 28, 2026

    Zaza, Dari Panggung Modeling hingga Dunia Digital

    Oktober 27, 2026

    Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan

    Oktober 26, 2026

    Erma Mayasari, Konsisten Berkarya sebagai Host Live TikTok

    Oktober 26, 2026

    Debby Affandy, Membangun Peluang dan Masa Depan Lewat Dunia Properti

    Oktober 26, 2026

    Milla Febrianti, Berani Bertumbuh Tanpa Kehilangan Jati Diri

    Oktober 26, 2026
    Trending

    Vani: Menulis Kehidupan Apa Adanya, Tanpa Harus Mengikuti Standar Siapa-Siapa

    September 25, 20261,150 Views

    Salsabilaputri Wurtzbach, Menikmati Proses, Terus Bertumbuh, dan Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri

    September 20, 2026992 Views

    Agnia Ilmi Faqih, Perjalanan Berani Keluar dari Zona Nyaman

    September 8, 2026341 Views
    Lifestyle

    Caca: Menikmati Hidup, Bertumbuh, dan Menjadi Diri Sendiri

    Oktober 28, 2026

    Nosel.co Jakarta- Berasal dari Subang, Caca percaya bahwa setiap perjalanan hidup memiliki cerita dan pelajaran…

    Zaza, Dari Panggung Modeling hingga Dunia Digital

    Oktober 27, 2026

    Stephanie Peretz: Kembali Ke Bali, Membangun Mimpi Di Tengah Hutan

    Oktober 26, 2026

    Erma Mayasari, Konsisten Berkarya sebagai Host Live TikTok

    Oktober 26, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Facebook Instagram Threads WhatsApp
    • Home
    • Pedoman Siber
    • Advertorial
    • About Me
    © 2026 nosel.co by PT Cipta Media Gesindo.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.