Nosel.co Jakarta- Lela Hutriana mengenang masa kecilnya di Lampung sebagai salah satu fase kehidupan yang penuh kebahagiaan dan kesan sederhana. Baginya, masa kecil yang menyenangkan tidak harus diisi dengan mainan mahal atau hiburan modern.
Bermain di kebun, menyusuri sungai, dan menikmati alam sekitar justru menjadi kenangan yang membuat masa kecilnya terasa begitu seru. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal sederhana, selama kita mampu menikmatinya dengan hati yang gembira.
Kini, Lela menjalani kesehariannya dengan bekerja di salah satu instansi pemerintah sekaligus menekuni aktivitas sebagai konten kreator di TikTok.
Dua kesibukan ini menjadi bagian dari perjalanan hidupnya dalam menjalankan tanggung jawab, mengembangkan diri, dan tetap produktif.
Di tengah berbagai peran yang dijalani, Lela berusaha menemukan keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan pribadinya.
Baginya, kehidupan yang baik bukan semata-mata tentang seberapa tinggi pencapaian yang diraih, melainkan bagaimana tetap bisa menjalankan tanggung jawab tanpa kehilangan hal-hal yang paling berarti.

Meski menyadari bahwa gaji yang diterimanya tidak terlalu besar, Lela tetap mensyukuri pekerjaan yang dimiliki saat ini. Ia merasa bersyukur karena pekerjaannya tidak terlalu menyita waktu dan lokasinya dekat dari rumah. Kondisi tersebut memberinya kesempatan untuk lebih banyak mengurus anak serta menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
Bagi Lela, kenyamanan dan ketenangan hidup memiliki nilai yang tidak selalu bisa diukur dengan besarnya penghasilan. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki standar kebahagiaan yang berbeda, sehingga tidak perlu memaksakan diri mengejar kehidupan orang lain jika hal itu justru membuat diri sendiri kehilangan kedamaian.
Dalam doa-doanya, Lela berharap agar Allah senantiasa memberikan kesehatan, rezeki yang halal dan berlimpah, serta kecukupan bagi dirinya dan sang anak. Ia ingin menjalani hidup tanpa terus-menerus merasa khawatir terhadap kebahagiaan yang dimiliki orang lain.
Baginya, kecukupan bukan hanya tentang memiliki banyak uang, tetapi juga tentang hati yang tenang, kebutuhan yang terpenuhi, dan kemampuan menjaga diri dari godaan yang tidak sesuai dengan prinsip hidupnya.
Ia ingin tetap teguh mencari rezeki melalui jalan yang halal, tanpa tergiur oleh sesuatu yang dilarang hanya demi mendapatkan kehidupan yang tampak lebih baik di mata orang lain.
Sebab, kebahagiaan yang sesungguhnya bukan sekadar tentang apa yang berhasil dimiliki, melainkan juga tentang bagaimana cara mendapatkannya.

Melalui perjalanan hidupnya, Lela menyampaikan pesan sederhana tetapi bermakna bagi siapa pun yang membaca kisahnya.
Menurutnya, apa pun yang terjadi di luar diri kita, termasuk perlakuan orang lain, bukanlah sesuatu yang sepenuhnya bisa kita kendalikan. Hal yang berada dalam kendali kita adalah bagaimana mengelola diri sendiri dan menentukan respons terhadap setiap keadaan.
Tidak semua perkataan harus dibalas, tidak semua perlakuan harus dipikirkan berlebihan, dan tidak semua masalah perlu dihadapi dengan emosi. Terkadang, kebijaksanaan justru terlihat dari kemampuan menahan diri, menerima hal-hal yang tidak bisa diubah, dan memilih respons yang lebih baik.
Bagi Lela, hidup bukan tentang mengendalikan dunia agar selalu berjalan sesuai keinginan, melainkan tentang belajar mengendalikan diri agar tetap tenang, bersyukur, dan bijak dalam menghadapi apa pun yang terjadi.
source image: Lela Hutriana

