Nosel.co Jakarta- Berasal dari Bekasi dan menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan di kota tersebut, Jessie Siregar tumbuh dengan pengalaman yang membentuk kemandirian dan semangat untuk terus berkembang.
Ia sempat meniti karier sebagai akuntan di sejumlah perusahaan swasta di Jakarta, salah satunya di perusahaan coal mining yang berada di kawasan Sentral Senayan.
Namun, setelah menikah, Jessie memutuskan pindah ke Cepu, Jawa Tengah untuk mendampingi sang suami. Perpindahan tersebut sekaligus menjadi awal dari babak baru dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Di Cepu, Jessie memilih menjalani peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus membangun usaha sendiri.
Berbekal ketertarikan pada fashion, wastra, dan craft, ia mengembangkan UMKM yang bergerak di bidang fashion wastra dan kerajinan.
Bisnis yang awalnya dirintis dalam skala kecil itu kini telah berkembang dan memiliki sekitar 15 staf yang terdiri dari penjahit dan admin.
Usahanya menghadirkan pakaian ready to wear berbahan kain Nusantara seperti batik dan tenun, sekaligus menyediakan jasa jahit online serta menjadi mitra produksi sejumlah brand lokal di Indonesia.

Perjalanan Jessie tidak berhenti sebagai pemilik usaha. Di tengah kesibukannya mengurus keluarga dan bisnis, ia juga tetap menjalankan pekerjaan remote untuk dua perusahaan sebagai editor konten dan accounting.
Menjalani berbagai peran sekaligus tentu memiliki tantangan tersendiri. Ia harus mampu membagi waktu dan menentukan prioritas antara keluarga, anak, pekerjaan, serta tanggung jawab sebagai pemimpin bagi banyak orang dengan karakter yang berbeda.
Bagi Jessie, kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menjaga konsistensi menjadi kunci agar semua peran dapat berjalan dengan baik.
Justru dari berbagai tantangan tersebut, Jessie belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa besar pencapaian yang diraih, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu bertahan dan terus bertumbuh dalam setiap proses.
Ia berharap bisnis yang dijalankannya melalui @goethnicfashion dapat berkembang lebih besar sehingga mampu membuka semakin banyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi perempuan.
Baginya, membangun usaha bukan sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan manfaat dan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk ikut berkembang.

Jessie percaya setiap orang memiliki tempat dan kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Karena itu, ia berpesan kepada siapa pun yang sedang memulai perjalanan baru agar tidak takut mencoba dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Di manapun kamu ditempatkan Tuhan, pakailah semua talentamu untuk terus berkembang dan menjadi berkat.
Dan jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Mulai dulu, dan jalani dengan konsisten.”
Bagi Jessie, konsistensi dan keberanian untuk melangkah menjadi modal penting untuk menciptakan perjalanan hidup yang bermakna.

