Nosel.co Jakarta- Lahir di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Dinda menghabiskan masa kecilnya di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara. Ia tumbuh dalam asuhan sang ayah yang menjadi orang tua tunggal.
Di balik ketegasan almarhum papahnya, Dinda merasakan kasih sayang yang begitu besar. Sebagai anak bungsu perempuan, ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya.
Kenangan tentang sosok ayah tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Dinda hingga kini, ketika ia harus merantau ke Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, untuk menjalani tuntutan pekerjaan sekaligus membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Di Kuala Kurun, Dinda menjalani peran sebagai seorang pengusaha. Ia mengembangkan Destiny Cake and Bakery, sebuah usaha yang bergerak di bidang bakery, cake, dan cafetaria. Tidak berhenti di sana, ia juga sedang merintis perusahaan melalui PT. Nirwana Karya Semesta sebagai direktur.
Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan ibu dari satu anak, Dinda tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi, termasuk HIPMI dan KADIN, serta menjalankan aktivitas sosial dan kemasyarakatan lainnya.
Kecintaannya terhadap dunia modeling sejak kecil juga membawanya sesekali menjadi pembawa acara dalam berbagai kegiatan.

Menjalani banyak peran tentu bukan sesuatu yang selalu mudah. Dinda menyadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi dan terkadang ada hal yang harus dikorbankan, termasuk waktu bersama anak maupun waktu untuk dirinya sendiri.
Menjadi seorang ibu, perempuan karier, sekaligus pengusaha membuatnya harus pandai mencuri waktu untuk sekadar beristirahat dan menikmati me time.
Baginya, keseimbangan hidup bukan berarti harus sempurna dalam segala hal, melainkan mampu hadir sepenuh hati untuk keluarga, memberikan batas yang sehat dalam pekerjaan, dan tetap menyediakan ruang untuk mencintai serta menghargai diri sendiri.
Dinda memiliki harapan sederhana namun bermakna: agar semakin banyak orang mau meng-upgrade mindset, berpikir lebih luas, terbuka, dan bijaksana dalam melihat kehidupan. Menurutnya, setiap tindakan, keputusan, dan langkah yang diambil seseorang berawal dari pola pikir.
Karena itu, ia percaya bahwa harapan yang baik juga bermula dari cara berpikir yang benar dan baik. Prinsip tersebut menjadi pengingat bagi dirinya untuk terus bertumbuh, baik dalam keluarga, karier, ekonomi, kesehatan maupun kehidupan sosial.
Baik belum tentu benar, tetapi benar sudah tentu baik,” menjadi salah satu pandangan yang ingin ia tanamkan dalam menjalani kehidupan.

Kepada perempuan dan para pembaca di seluruh Indonesia, Dinda berpesan agar tidak mudah menyerah ketika perjalanan terasa berat. Menurutnya, tidak mudah bagi seorang perempuan untuk berdiri dengan kekuatan sendiri.
Ada banyak hal yang harus diperjuangkan, dikorbankan, bahkan terkadang seseorang harus jatuh dan tersungkur sebelum kembali berdiri. Namun, keadaan bukan alasan untuk berhenti.
Jangan menyerah dan jangan putus asa. Bangkitlah, berdoa, berjuang, dan bersyukur.
Karena waktu Tuhan selalu menjadi waktu yang terbaik dan tepat pada waktunya.”
Source image: Dinda

