Nosel.co Jakarta- Saya berasal dari keluarga sederhana. Masa kecil saya terasa begitu hangat karena saya dibesarkan oleh orang tua yang penuh cinta.
Walaupun hidup dalam kesederhanaan, saya merasa sangat kaya akan kasih sayang keluarga. Dari mereka, saya belajar tentang kerja keras, ketulusan, tanggung jawab, dan arti penting untuk selalu bersyukur.
Perjalananku membangun bisnis sebenarnya berawal dari sebuah keadaan yang memaksa saya untuk berani melangkah. Berawal sebagai ibu rumah tangga, saya mulai belajar tentang properti pada 2012.
Kemudian pada 2016, ketika kondisi ekonomi keluarga sedang menghadapi tantangan dan situasi bisnis properti juga kurang baik, saya memilih untuk mewujudkan sebuah mimpi yang sudah lama dekat dengan kehidupan saya: membangun bisnis kuliner yang saya warisi dari Mama.

Saya belajar semuanya dari nol. Saya turun langsung ke lapangan, belajar memasak, memahami pelanggan, sekaligus mempelajari bagaimana media sosial dapat menjadi bagian penting dalam mengembangkan bisnis.
Salah satu hal yang kemudian menarik perhatian banyak orang adalah ketika saya, sebagai perempuan yang dikenal dengan penampilan feminin, justru turun langsung ke dapur dan memasak. Banyak yang tidak menyangka dan akhirnya penasaran untuk mencoba.
Dari situlah perhatian di media sosial berkembang dan bisnis saya semakin dikenal. Namun, saya percaya viral saja tidak cukup. Setelah orang datang karena penasaran, mereka harus mendapatkan alasan untuk kembali. Karena itu, bagi saya, konsistensi rasa dan kualitas makanan tetap menjadi hal yang paling utama.
Menjalani berbagai aktivitas tentu memiliki suka dan duka. Saya harus pintar menentukan prioritas dan membagi waktu antara keluarga, bisnis, pekerjaan, serta waktu untuk beristirahat.
Saya belajar bahwa mengejar sesuatu yang besar tidak berarti harus mengorbankan kesehatan dan kehidupan pribadi. Yang terpenting adalah tetap menikmati proses, terus bergerak, dan menjaga keseimbangan dalam menjalani setiap peran.
Ke depan, saya berharap keluarga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan berada dalam lindungan Tuhan. Untuk karier dan bisnis, saya ingin terus berkembang serta memberikan manfaat bagi lebih banyak orang. Saya juga berharap apa yang saya bangun tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi dapat membuka kesempatan bagi orang lain dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Pesan saya untuk para perempuan ialah….
Jangan pernah takut memulai dari sesuatu yang kecil. Kesederhanaan bukan penghalang untuk memiliki mimpi besar. Teruslah belajar, bekerja keras, jangan mudah menyerah, dan jangan lupa untuk selalu bersyukur. Bermimpilah setinggi mungkin, tetapi jangan pernah lupa dari mana kita berasal.
Berdoa & Bekerja.
“Beauty is a privilege, tetapi kekuatan, kemandirian, dan keberanian adalah pilihan.”
Bagi saya, perempuan boleh tampil cantik, tetapi juga harus kuat dan mandiri. Jangan menjadikan orang lain sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.
Bangunlah diri sendiri, kejar mimpi, dan ciptakan kehidupan yang membuat kita bangga terhadap perjalanan kita sendiri.
source image: Lina Kartika

