Nosel.co Jakarta- Putu Mehta Wulan Dewi, yang akrab disapa Mehta atau Meta, berasal dari Desa Tengkulak Mas, Gianyar, Ubud, Bali.
Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan desa yang memperkenalkannya pada berbagai tradisi dan budaya Bali yang kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Pengalaman tersebut membuat Mehta memahami bahwa budaya bukan hanya tentang warisan masa lalu, tetapi juga nilai yang perlu dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Lingkungan tempat ia dibesarkan juga menumbuhkan rasa ingin tahu yang membuatnya senang belajar, mencoba berbagai hal baru, dan mencari pengalaman yang dapat membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
Perjalanan Mehta menuju dunia content creation bermula dari sebuah hobi ketika masih duduk di bangku kuliah. Ia senang membuat video vlog dan sempat mencoba dunia pageant.
Kecintaannya terhadap makeup juga mendorongnya untuk iseng membuat berbagai video dan membagikannya melalui Instagram. Dukungan dari teman-teman terdekat membuat rasa percaya dirinya tumbuh.
Dari yang awalnya hanya dilakukan sebagai kegiatan untuk bersenang-senang, perlahan content creation berkembang menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya.
Seiring perkembangan media sosial, Mehta kemudian memperluas karyanya ke berbagai platform seperti TikTok, YouTube, Lemon8, dan platform lainnya.

Bagi Mehta, menjadi content creator bukan hanya soal membuat dan mengunggah konten, tetapi juga tentang menemukan karakter dan keunikan diri sendiri. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi yang berbeda, sehingga tidak perlu terlalu sibuk melihat kemampuan orang lain.
Menurutnya, salah satu cara untuk terus kreatif adalah menemukan hobi dan passion yang benar-benar disukai, kemudian mengembangkannya secara konsisten. Ia sendiri pernah melewati masa ketika merasa kurang percaya diri akibat pengalaman bullying.
Namun, proses tersebut justru menjadi salah satu pengalaman yang membuatnya belajar menjadi lebih kuat dan tidak mudah menyerah. Dukungan keluarga, teman, sahabat, dan orang-orang terdekat juga menjadi energi penting baginya untuk terus berkembang ke arah yang lebih positif.
Perjalanan sebagai content creator tentu tidak selalu dipenuhi hal-hal menyenangkan. Ada kalanya konten yang dibuat tidak cocok bagi semua orang, bahkan muncul komentar atau masukan yang tidak sesuai dengan harapan.
Namun, Mehta memilih untuk belajar menerima kritik yang membangun sekaligus tidak terlalu larut dalam komentar negatif. Ia berusaha melakukan perbaikan, lalu kembali fokus pada passion dan tujuan yang ingin dicapai.
Ke depan, Mehta berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan keluarganya kelak, memiliki jenjang karier yang terus berkembang, serta kondisi ekonomi yang semakin stabil. Ia juga ingin selalu diberikan kesehatan agar dapat melakukan lebih banyak hal positif dan memberikan energi baik bagi orang-orang di sekitarnya.

Kepada siapa pun yang membaca kisahnya, Mehta berpesan agar jangan pernah membiarkan perkataan orang lain menentukan seberapa berharga diri kita.
Dalam perjalanan hidup, akan selalu ada orang yang tidak menyukai pilihan kita, tidak memahami keputusan kita, atau bahkan memberikan komentar yang menyakitkan. Tidak semuanya harus dibalas.
Terkadang, cukup lepaskan, tetap fokus pada tujuan, dan buktikan melalui proses serta hasil yang kita perjuangkan. Yang paling penting adalah jangan sampai penilaian orang lain membuat kita berhenti menyukai dan mempercayai diri sendiri.
Temukan passion-mu, berani mencoba, terus belajar, dan jangan takut berkembang menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri.
source image: Mehta Wulan Dewi

