Nosel.co Jakarta- Bagi Yuya, kampung halaman di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, bukan hanya tempat ia dilahirkan, tetapi juga bagian penting dari perjalanan hidupnya. Sejak lahir, ia tumbuh di Desa Bangkapau dalam suasana yang sejuk, nyaman, dan dikelilingi masyarakat yang ramah serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Kehidupan di desa membuat Yuya memiliki banyak kenangan dan pengalaman yang membentuk dirinya hingga sekarang. Baginya, berada di tengah orang-orang baik yang saling memperhatikan adalah salah satu hal sederhana yang membuat kampung halaman selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.
Perjalanan karier Yuya ternyata tidak berjalan sesuai dengan rencana awal. Dulu, ia memiliki keinginan untuk menjadi Kowad.
Ia bahkan sudah mencoba mengikuti tes sebanyak empat kali, tetapi semuanya belum berhasil. Alih-alih menyerah, Yuya kemudian memilih jalan lain. Karena saat itu ia merasa kurang tertarik untuk menempuh pendidikan kuliah selama empat tahun, ia memutuskan untuk mengikuti kursus penerbangan.

Keputusan yang awalnya mungkin hanya dianggap sebagai alternatif justru membawa Yuya ke dunia yang sama sekali berbeda. Tanpa disangka, ia benar-benar masuk ke dunia aviasi dan akhirnya menemukan kecintaan terhadap pekerjaan yang dijalaninya hingga sekarang.
Bekerja di dunia aviasi memberikan Yuya pengalaman yang sangat beragam. Salah satu hal yang paling ia sukai adalah kesempatan bertemu dengan banyak orang dari berbagai daerah bahkan berbagai negara. Setiap orang memiliki karakter, kebiasaan, dan cara berkomunikasi yang berbeda.
Dari interaksi tersebut, Yuya merasa banyak belajar memahami sifat dan karakter manusia. Namun, pekerjaannya tentu tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang cukup sering dihadapi adalah ketika harus menerima keluhan atau komplain dari penumpang.
Meski begitu, seiring waktu Yuya belajar untuk menghadapinya dengan lebih tenang dan menjadikannya bagian dari pengalaman yang membuat dirinya semakin terbiasa dan matang dalam bekerja.
Di balik perjalanan kariernya, Yuya memiliki harapan yang sederhana tetapi sangat berarti. Ia tidak bermimpi menjadi orang kaya atau memiliki kehidupan yang berlebihan.
Hal yang paling ia inginkan adalah kedua orang tuanya, papa dan mama, selalu diberikan kesehatan dan umur panjang sehingga mereka dapat menyaksikan hasil dari kerja kerasnya. Ia ingin bisa membahagiakan keluarga dari penghasilannya sendiri, memenuhi kebutuhan hidup dengan cukup, serta terus mendapatkan kesehatan dan rezeki.
Untuk kariernya, Yuya mengaku sangat bersyukur dengan pekerjaan yang dimilikinya saat ini. Baginya, tidak perlu membandingkan perjalanan hidup dengan orang lain, karena setiap orang memiliki jalan masing-masing dan apa yang telah Tuhan berikan patut disyukuri.

Melalui perjalanan hidupnya, Yuya ingin mengingatkan siapa pun yang membaca kisahnya untuk mencintai dan mensyukuri apa yang dimiliki hari ini.
Sebab, sesuatu yang terlihat sederhana bagi kita bisa jadi merupakan impian besar bagi orang lain. Ia juga percaya bahwa tidak ada manusia yang sejak awal langsung mengetahui dan menguasai segalanya. Semua membutuhkan proses, kemauan, dan keberanian untuk belajar dari nol.
Kegagalan bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses menuju sesuatu yang mungkin belum kita bayangkan sebelumnya. Seperti prinsip yang ia pegang,
“Belajarlah, maka kamu akan bisa. Sukses berawal dari tidak tahu. Jika kamu ingin sukses, jangan malu untuk belajar dari nol. Semua bisa karena terbiasa.”
source image: yuya

