Nosel.co Jakarta- Bagi Janet G.S. Samonsabra, S.IP., Kampung Wairbron di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua, bukan sekadar tempat kelahiran, tetapi ruang pertama yang mengajarkannya tentang kehidupan.
Ia tumbuh dalam suasana kampung yang masih asri, sejuk, dengan alam yang indah serta masyarakat yang ramah dan penuh kekeluargaan. Sejak kecil, Janet terbiasa menjalani kehidupan sederhana bersama keluarganya.
Salah satu kenangan yang paling melekat adalah ketika ia membantu sang ayah yang bekerja sebagai peternak sapi.
Sebelum berangkat sekolah, ia harus membuka kandang, mencari makanan untuk sapi, lalu setelah pulang sekolah kembali mengurus ternak hingga sore.
Rutinitas itu mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sanalah Janet belajar mengenal tanggung jawab, disiplin, dan arti sebuah perjuangan.
Perjalanan hidup Janet kemudian membawanya keluar dari kampung untuk melanjutkan pendidikan dan belajar hidup mandiri.
Ia harus tinggal di kota sementara orang tuanya tetap berada di kampung. Di tengah perjalanan tersebut, keluarganya juga menghadapi perubahan ketika kedua orang tuanya berpisah setelah anak-anak mereka menyelesaikan sekolah.
Meski tidak lagi tinggal bersama, hubungan Janet dan saudara-saudaranya dengan kedua orang tua tetap terjalin dengan baik.

Keadaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Baginya, tidak semua hal dalam hidup berjalan sesuai dengan harapan, tetapi setiap keadaan selalu membawa pelajaran yang membuat seseorang semakin dewasa.
Dalam perjalanan pendidikan dan kariernya, Janet juga mendapatkan pengalaman berharga ketika mengikuti berbagai kegiatan survei yang dilakukan melalui kampus dengan dukungan para dosen, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan BRIN dan BNPT.
Ia beberapa kali turun langsung ke berbagai kampung untuk mengumpulkan data dan berinteraksi dengan masyarakat. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa bekerja bersama masyarakat membutuhkan kesabaran dan kemampuan untuk membangun kepercayaan.
Tidak selalu mudah, bahkan ada kalanya mereka ditolak dan tidak diperbolehkan mengambil data. Namun, dengan komunikasi yang baik dan pendekatan secara perlahan, masyarakat akhirnya dapat menerima kehadiran mereka. Kini Janet bekerja sebagai Abdi Magang di Bank Papua, membawa pengalaman-pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus berkembang dan menapaki perjalanan kariernya.
Bagi Janet, menjalani kehidupan tanpa selalu mendapatkan kehangatan keluarga di dekatnya bukanlah alasan untuk menyerah. Ia memilih untuk percaya bahwa setiap kesulitan dapat dilewati selama seseorang tetap memiliki keyakinan dan berserah kepada Tuhan.
Baginya, hidup hanya berlangsung satu kali, sehingga setiap kesempatan perlu dijalani dengan semangat, senyuman, dan rasa syukur. Ketika suatu hari kehidupan membuat seseorang jatuh, bukan berarti perjalanan harus berakhir.
Selalu ada kesempatan untuk bangkit, menata kembali langkah, dan melanjutkan perjalanan dengan hati yang lebih ikhlas. Prinsip itulah yang terus ia pegang dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Untuk siapa pun yang sedang membaca kisah Janet, pesannya sederhana tetapi penuh makna:
Jangan takut gagal sebelum mencoba dan jangan pernah merasa terlambat untuk mengubah hidup menjadi lebih baik.
Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk bertumbuh dan mencapai tujuan. Selama masih mau berusaha, selalu ada kesempatan untuk membuka jalan baru.
Janet juga berharap agar setiap manusia senantiasa diberikan kebahagiaan, kekuatan, ketahanan, serta hikmat dan akal budi yang baik dari Tuhan. Sebab seperti pesan dalam Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
source image: Janet

