Nosel.co Jakarta- Sagita Ayu berasal dari Purwokerto, kota di Kabupaten Banyumas yang memiliki banyak kenangan dalam perjalanan hidupnya.
Meski sempat berpindah-pindah tempat mengikuti orang tua, pada akhirnya ia kembali ke Purwokerto. Baginya, kota ini begitu indah, terlebih dengan pemandangan Gunung Slamet yang terasa semakin cantik di pagi hari. Purwokerto menjadi tempat yang selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi Sagita.
Saat ini, Sagita menjalani dua aktivitas yang ia cintai, yaitu sebagai musisi sekaligus bekerja di salah satu beauty clinic.
Kecintaannya terhadap musik berawal dari hobinya bernyanyi, sementara ketertarikannya pada dunia kecantikan tumbuh dari rasa cintanya terhadap diri sendiri.

Bagi Sagita, setiap perempuan memiliki kecantikannya masing-masing dan berhak menciptakan kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Karena itu, ia menikmati kedua dunia tersebut sebagai bagian dari cara dirinya berkembang dan mengekspresikan diri.
Menjalani pekerjaan sekaligus menekuni hobi tentu memiliki suka dan duka. Sagita merasa bersyukur karena bisa mencintai dirinya melalui pekerjaan maupun aktivitas yang ia sukai.
Meski terkadang harus menerima banyak komplain dan menghadapi berbagai tantangan, semua itu justru menjadi pengalaman yang membuatnya semakin banyak belajar. Baginya, setiap tantangan tidak selalu harus dipandang sebagai beban, tetapi juga bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.
Ke depan, Sagita berharap semakin banyak orang yang belajar mencintai dirinya sendiri dan berani menikmati hobinya, termasuk dirinya, keluarga, dan teman-temannya. Ia percaya bahwa kehidupan akan terasa lebih bermakna ketika seseorang mampu memberikan ruang untuk dirinya sendiri.
Sesibuk apa pun pekerjaan, sesekali tetap perlu meluangkan waktu untuk melakukan hal yang disukai, merawat diri, dan menikmati momen sederhana. Kebahagiaan tidak selalu harus menunggu kehadiran orang lain karena setiap orang juga memiliki kemampuan untuk menciptakannya sendiri.

Pesan Sagita sederhana namun penuh makna:
“Saat berdoa, yang pertama doakanlah dirimu sendiri. Minta maaf dan berterima kasihlah kepada dirimu. Kalau sibuk kerja, sesekali selipkan hobimu, percantik dirimu. You don’t need someone else to be happy, you can make it on your own.”
Baginya, mencintai diri bukan berarti egois, melainkan bentuk penghargaan terhadap perjalanan yang telah dilalui.
Kadang, hal sederhana seperti bernyanyi, menjalani hobi, atau merawat diri sendiri sudah cukup untuk mengingatkan bahwa kita layak bahagia.
source image: sagita ayu

