Nosel.co Jakarta- Berasal dari Bandung, Anya mengenang masa kecilnya sebagai masa yang sederhana namun penuh kebahagiaan.
Ia tumbuh dalam keluarga yang hangat dan merasakan kehidupan seperti anak-anak pada umumnya. Namun, ketika memasuki masa SMP, keadaan keluarganya mulai berubah hingga akhirnya kedua orang tuanya berpisah.
Di usia remaja, ketika ia sebenarnya masih membutuhkan arahan dan pendampingan orang tua, Anya harus belajar menjalani banyak hal seorang diri. Meski tidak mudah, ia bersyukur karena hingga hari ini mampu bertahan dan terus melangkah.
Kini Anya menjalankan bisnis online miliknya sendiri. Kesibukannya banyak dihabiskan untuk mengurus pekerjaan dan mengembangkan usahanya.
Di tengah rutinitas, ia tetap berusaha menyediakan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukainya, seperti berolahraga dan bernyanyi.
Baginya, memiliki aktivitas yang membuat diri tetap produktif sekaligus bahagia menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan dalam menjalani kehidupan.

Perjalanan hidup Anya tidak selalu berjalan mudah. Ada berbagai pengalaman yang meninggalkan luka dan membuatnya harus melewati masa-masa yang berat. Ia pernah berada pada titik ketika membutuhkan pendampingan profesional dalam waktu yang cukup panjang.
Dari proses tersebut, perlahan Anya belajar memahami dirinya sendiri dan menemukan kembali ketenangan dalam menjalani kehidupan.
Ia membangun kebiasaan memberikan afirmasi positif kepada dirinya sendiri dan terus mengingatkan bahwa dirinya berhak untuk bahagia, apa pun keadaan yang sedang dihadapi.
Baginya, enjoy life bukan berarti hidup tanpa masalah, melainkan tetap memilih menikmati kehidupan meski pernah melewati perjalanan yang tidak mudah.
Ke depan, Anya memiliki harapan untuk membangun keluarga yang hangat dan harmonis. Ia ingin suatu hari nanti memiliki rumah yang dipenuhi kasih sayang, komunikasi yang baik, dan jauh dari kekerasan, sehingga anak-anaknya dapat tumbuh bahagia dengan arahan serta cinta dari kedua orang tua.
Dalam karier dan ekonomi, Anya berharap selalu diberikan kelancaran dan kemudahan. Ia juga ingin terus memiliki kemandirian secara finansial karena percaya bahwa perempuan perlu memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berdiri di atas kakinya sendiri.
Yang tak kalah penting, ia berharap selalu diberikan kesehatan agar dapat terus bekerja, mendampingi adiknya, membuat sang adik bahagia, dan bersama-sama meraih kesuksesan.

Pesan Anya untuk siapa pun yang sedang menghadapi kegagalan adalah agar tidak menganggap kegagalan sebagai akhir dari segalanya.
“Gagal itu bukan akhir. Di negeri ini kita diajarkan untuk jatuh dan bangun lagi. Sekali gagal bukan berarti kamu pecundang, itu artinya kamu sedang belajar.”
Ia juga ingin mengingatkan bahwa ketika hari ini terasa begitu berat, lihat kembali perjalanan yang sudah dilalui.
Ada hari-hari yang dulu mungkin terasa mustahil untuk dilewati, tetapi nyatanya berhasil dilalui satu per satu. “Kamu sudah melewati hari-hari yang dulu kamu kira nggak akan sanggup kamu lewati. Ternyata kamu bisa. Kamu hebat karena sudah bertahan sampai sejauh ini.”
source image: anya

