Nosel.co Jakarta- Tiara Almira, yang akrab disapa Yara, berasal dari Palembang, tetapi sejak kecil hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat SMK, ia tumbuh dan besar di Batam.
Berada di lingkungan yang penuh keberagaman membuatnya terbiasa bertemu dengan orang-orang dari berbagai suku dan daerah. Batam yang dikenal sebagai salah satu kota industri menjadi tempat Yara menghabiskan masa kecil bersama keluarga yang lengkap dan harmonis.
Momen sederhana seperti berenang, karaoke, hingga kulineran bersama keluarga setiap akhir pekan menjadi kenangan berharga yang membentuk dirinya.
Setelah lulus SMK, beberapa bulan kemudian Yara merantau ke Jakarta hingga akhirnya membangun perjalanan kariernya di ibu kota.

Saat ini, Yara bekerja di Kementerian Pertanian sebagai Sekretaris Direktur. Dalam kesehariannya, ia banyak berhadapan dan berinteraksi dengan orang lain, sesuatu yang sebenarnya sangat ia sukai. Meski begitu, Yara mengaku masih merasa kurang percaya diri ketika harus berbicara di depan umum.
Di luar pekerjaan, ia memiliki beberapa aktivitas yang menjadi caranya menikmati waktu dan melepas penat, mulai dari jalan-jalan ke mal, kulineran, hingga mengabadikan momen lewat foto. Baginya, aktivitas sederhana tersebut dapat membantu menghilangkan beban dan pikiran setelah menjalani pekerjaan yang menguras energi.
Menjalani kehidupan sebagai perantau di Jakarta membuat Yara terus belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kuat. Ia memahami bahwa setiap hari memiliki tantangan masing-masing, sehingga kerja keras dan semangat menjadi bagian penting dalam menjalani perjalanan.
Ia ingin terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, sembari tetap menikmati proses kehidupan yang sedang dijalani.
Yara berharap ke depannya ia selalu diberikan kesehatan, kelancaran, serta rezeki yang semakin mengalir. Ia juga ingin berbagai target dan wishlist yang selama ini diimpikan dapat tercapai.
Lebih dari sekadar pencapaian materi, Yara berharap selalu didekatkan dengan orang-orang baik yang dapat memberikan energi positif dalam perjalanan hidupnya.

Ada satu pesan sederhana namun kuat yang ingin Yara sampaikan:
“Dunia itu keras, hidup itu keras. Kita tidak pernah tahu sekuat apa seseorang untuk bisa berdiri di titik ini, juga tidak tahu luka dan liku apa yang pernah dilewatinya.
Jangan pernah men-judge atau menjatuhkan seseorang dengan kata-kata maupun perbuatan. Kalau tidak bisa men-support, lebih baik diam.”
source image: yara

