Nosel.co Jakarta- Berasal dari Desa Tanjung Aur, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Putri Rahmadania tumbuh di lingkungan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Bagi Putri, tanah kelahirannya bukan sekadar tempat ia dilahirkan, tetapi juga tempat pertama ia mengenal arti cinta, ketulusan, kesederhanaan, dan kebersamaan dalam sebuah keluarga yang harmonis.
Tumbuh bersama kedua orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan, Putri mendapatkan didikan yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan.
Lingkungan sekitar yang ramah dan sehat juga memberikan ruang baginya untuk berkembang. Di sanalah ia belajar beradaptasi, mengenal banyak orang, serta mengekspresikan dirinya tanpa harus menjadi orang lain.
Namun, perjalanan menuju impian tentu tidak selalu berjalan mulus. Putri pernah berkali-kali merasakan kegagalan. Ia mengalami jatuh bangun dalam proses panjang mengejar cita-cita.
Ada masa ketika kegagalan dan kekecewaan dapat membuat seseorang meragukan kemampuan dirinya sendiri. Namun, Putri memilih untuk tidak berhenti.

Hingga akhirnya, perjalanan hidup membawanya pada sebuah titik yang menjadi kebanggaan tersendiri. Putri berhasil menjadi bagian dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sebuah perjalanan yang tidak hanya membutuhkan kemampuan, tetapi juga keteguhan hati, disiplin, dan keyakinan untuk terus melangkah.
Bagi Putri, bergabung dalam Korps Wanita Angkatan Darat merupakan sebuah kehormatan besar. Ia begitu terinspirasi oleh semboyan Kowad, “Bukan mawar penghias taman, tetapi melati pagar bangsa.”
Semboyan tersebut menjadi gambaran tentang perempuan yang bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi juga memiliki kekuatan, ketangguhan, dan peran untuk menjaga serta mengabdi kepada bangsa.
Dari seluruh perjalanan yang telah dilaluinya, Putri percaya bahwa takdir akan menemukan jalannya. Apa yang memang menjadi bagian dari kehidupan seseorang akan datang pada waktu yang tepat, ketika dirinya telah siap untuk menerimanya. Karena itu, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk mempersiapkan diri menuju sesuatu yang lebih baik.
Putri ingin menyampaikan kepada siapa pun yang sedang berjuang bahwa dalam setiap perjalanan pasti ada kegagalan dan kekecewaan. Terkadang semua itu membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. Namun, selama proses dijalani dengan keikhlasan dan niat yang baik, Putri percaya bahwa setiap perjuangan pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.
Pesan terbesarnya sederhana, tetapi penuh makna: jangan pernah membatasi diri untuk bermimpi.
Mungkin terkadang seseorang merasa kecil ketika berhadapan dengan mimpi yang begitu besar. Mungkin ada impian yang terlihat mustahil untuk diraih. Namun, tidak ada yang benar-benar mustahil selama seseorang memiliki keberanian untuk mencoba dan terus melangkah.

“Jangan membatasi dirimu untuk bermimpi. Terkadang kamu merasa kecil untuk sesuatu yang besar, tetapi ingatlah, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Terbanglah, jangan takut, dan raihlah semua mimpi yang mungkin terasa mustahil bagimu.”
Bagi Putri Rahmadania, mimpi bukan untuk dibatasi oleh rasa takut. Sebab terkadang, langkah pertama yang berani adalah awal dari perjalanan menuju sesuatu yang sebelumnya hanya berani kita impikan.
source image: Putri Rahmadania
